‎Wujud Pengabdian, HMI Pinrang dan BEM ICP Gelar Khitanan Massal Gratis di Desa Letta

‎​PINRANG, INDIWARTA.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pinrang berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Cokroaminoto Pinrang (BEM ICP) menggelar aksi kemanusiaan di wilayah terpencil.

‎Sebanyak 92 anak di Desa Letta, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, mengikuti kegiatan bakti sosial khitanan massal pada Sabtu (18/4/2026).
‎​Kegiatan ini mengusung tema “Khidmat HMI Untuk Kabupaten Pinrang”.

‎Melalui semangat ini, organisasi mahasiswa ingin menegaskan bahwa peran pemuda tidak hanya sebagai mitra kritis pemerintah, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor sosial dan kesehatan.
‎​
‎​Perjalanan menuju lokasi kegiatan bukanlah perkara mudah.Tim medis dan panitia pelaksana harus menempuh jarak yang cukup jauh dengan kondisi medan jalan yang terjal. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para tim untuk terjun langsung ke masyarakat.

‎​”Khitanan massal ini dilaksanakan sebagai bentuk khidmat HMI untuk kabupaten, khususnya di daerah Letta.

‎Kami ingin menunjukkan bahwa HMI hadir untuk memberi solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Ketua Umum HMI Cabang Pinrang, Khaeril.
‎​
‎​Meski dilaksanakan di daerah pegunungan tinggi, standar pelayanan kesehatan yang diberikan tetap menjadi prioritas utama.

‎Panitia menggandeng komunitas sunat ternama, Khitan Lem Nusantara, yang mengutus tenaga medis profesional, berpengalaman, dan tersertifikasi.

‎​Proses khitanan dilakukan secara efisien menggunakan alat-alat modern, termasuk metode lem yang dikenal lebih nyaman dan mempercepat proses penyembuhan bagi anak-anak.

‎Antusiasme warga terlihat sangat tinggi, di mana tercatat 92 anak mendaftarkan diri untuk mendapatkan layanan gratis ini.
‎​
‎​Kepala Desa Letta, Hasan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang dilakukan oleh HMI dan BEM ICP. Menurutnya, kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat desa sangat membantu meringankan beban ekonomi warga.

‎​”Kegiatan sunat massal gratis seperti ini sangat membantu masyarakat kami. Kami menyambut baik kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh adik-adik mahasiswa,” kata Hasan.

‎​Senada dengan itu, Sudirman, salah satu warga dari Dusun Siapatokkong, mengaku sangat terbantu. Baginya, kegiatan ini membebaskan orang tua dari tanggungan biaya sunatan yang saat ini tidak murah.

‎​”Kegiatan yang diadakan HMI dan BEM ICP ini sangat membantu orang tua siswa karena tidak lagi mengeluarkan biaya untuk melakukan sunatan kepada anak-anaknya,” pungkas Sudirman.

‎​Aksi sosial ini diharapkan menjadi pemantik bagi kolaborasi-kolaborasi selanjutnya antara organisasi kepemudaan dan pemerintah dalam memajukan Kabupaten Pinrang dari berbagai sektor hingga ke pelosok desa. (*)