Aksi Demonstrasi GAM: Prabowo Omong Kosong, Tuntut Transparansi Kasus Korupsi Pertamina Rp193 Triliun

MAKASSAR, INDIWARTA.COM – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menggelar aksi unjuk rasa di pertigaan Jl. A.P Pettarani dan Hertasning, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (28/02). Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk bertuliskan “PERTAMAX DIOPLOS, PRABOWO OMONG KOSONG! NDASSMU” sebagai bentuk kritik tajam terhadap penanganan kasus korupsi di PT Pertamina.

Massa aksi membawa sejumlah tuntutan, antara lain meminta pencopotan Menteri BUMN dan Direktur Utama PT Pertamina saat ini, serta mendesak agar Direktur Utama PT Pertamina periode 2018-2024 diperiksa. Selain itu, mereka menuntut kompensasi kerugian bagi masyarakat, pemeriksaan kilang minyak Pertamina oleh Lemigas, dan percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.

Tidak hanya orasi, massa juga membakar ban bekas di tengah jalan, yang mengakibatkan kemacetan di sepanjang Jl. A.P Pettarani dan Jl. Hertasning. Aksi ini mencerminkan kemarahan mahasiswa atas dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina, Subholding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada periode 2018-2023.

Kasus tersebut diduga melibatkan empat petinggi anak perusahaan Pertamina dan tiga pihak swasta dengan kerugian negara mencapai Rp193,7 triliun, dan diproyeksikan meningkat hingga 1 kuadriliun.

Tegu, selaku Jenderal Lapangan GAM, dalam orasinya menyebutkan bahwa lemahnya pengawasan kelembagaan menjadi celah terjadinya praktik korupsi di tubuh Pertamina. Ia menegaskan bahwa rakyat adalah pihak yang paling dirugikan.

“Tindak pidana korupsi adalah extraordinary crime. Kerugian negara akibat korupsi sangat besar, namun uang ganti rugi yang diterima negara tidak sebanding dengan kerugian tersebut. Hal ini menegaskan pentingnya pengesahan RUU Perampasan Aset,” tegas Tegu.

Pernyataan Tegu turut diperkuat oleh Panglima Besar GAM, Banggulung, yang menyerukan pemboikotan Pertamina secara nasional.

“Kasus korupsi dalam tubuh Pertamina adalah kejahatan yang terstruktur dan sistematis. Oleh karena itu, kami menyerukan pemboikotan Pertamina secara nasional,” tegas Banggulung dalam orasinya yang disambut teriakan setuju dari massa aksi.

Aksi unjuk rasa ini menunjukkan bahwa mahasiswa tetap kritis terhadap penanganan kasus korupsi besar yang menyangkut hajat hidup orang banyak. GAM menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum dan keadilan bagi rakyat.

 

(*)