Banjir Parah Lumpuhkan Akses di Batabual: Ratusan Siswa Terisolasi, Sekolah Terpaksa Libur

MALUKU BURU, INDIWARTA.COM – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Buru, Maluku, dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir besar di Kali Dusun Waelawa, Desa Waemorat, Kecamatan Batabual. Bencana ini tidak hanya memutus akses jalan utama, tetapi juga menghentikan aktivitas pendidikan dan melumpuhkan mobilitas warga.

Kali selebar 100 meter yang meluap ini merupakan satu-satunya jalur penghubung menuju SMA Negeri 11 Buru. Tanpa jembatan penyebrangan, para siswa tak bisa mencapai sekolah.

“Kami tidak bisa pergi ke sekolah akibat banjir. Tak ada jembatan penyebrangan, kali ini merupakan akses utama kami menuju sekolah,” keluh seorang siswa dengan nada cemas.

Selain terputusnya akses, kondisi jalan yang sudah rusak semakin menyulitkan warga. Jalan berlumpur dan dipenuhi lubang menjadi tantangan harian, terutama saat cuaca ekstrem seperti sekarang.

Rasa frustasi juga disuarakan oleh Rafik Dasuki, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Batabual. Ia mengkritik lambannya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur di wilayah tersebut.

“Selama ini, masyarakat Batabual hidup dengan jalan yang rusak dan tanpa jembatan penghubung. Ini sudah sangat mengganggu kehidupan kami, terutama dalam hal mobilitas dan perekonomian,” tegasnya.

Rafik menekankan pentingnya pembangunan jembatan penghubung agar masyarakat tidak terus-menerus terisolasi, terutama saat musim hujan. Ia mendesak pemerintah Kabupaten Buru dan Provinsi Maluku untuk segera turun tangan.

“Batabual juga bagian dari Maluku. Kami berhak mendapatkan infrastruktur yang layak untuk mendukung pendidikan dan kehidupan sehari-hari,” pungkas Rafik.

Warga kini menanti tindakan nyata dari pemerintah, sebelum dampak banjir ini menimbulkan krisis yang lebih besar, baik dari sisi pendidikan, ekonomi, maupun keselamatan warga.

(Red/Feri)