BSU Ni’matullah RT 01/RW 09 BTN Tirasa Sudiang, Peduli dan Memilah Sampah Jadi Ekonomis

editor

MAKASSAR, INDIWARTA.COM – Berbagai inovasi dan kreasi akan terciptanya kepedulian sosial bermasyarakat di warga, hingga pemilahan beragam sampah rumah tangga menjadi nilai ekonomis, khususnya di Bank Sampah Unit (BSU) Ni’matullah BTN Tirasa Pratama Indah RT 01/RW 09 Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Selasa (26/8/2025) pagi.

Mengumpulkan dan membersihkan berbagai jenis limbah rumah tangga hingga pemilahan serta pendistribusian di Bank Sampah Unit (BSU) ke Bank Sampah Pusat (BSP), akan semakin terciptanya kebersihan lingkungan serta kepedulian secara bersama.

Sekertaris Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Asdar, S.Kom, hadir dalam pemilihan dan distribusi berbagai limbah Sampah, menuturkan “Kami, pemerintahan kelurahan berkomitmen untuk mendampingi masyarakat melalui edukasi dan pelatihan, agar kepedulian mengenai sampah bisa terus berkelanjutan,” katanya.

“Semoga BSU Ni’matullah menjadi sangat bermanfaat kedepan bagi para warga, menjadi nilai tambah keluarga juga dan dapat menjadikan atau mengurangi limbah sampah,” ujar Asdar.

Farah Indah, sebagai penyuluh dan motivator Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, pun turut hadir dan memberikan motivasi serta karya nyata didalam pengelolaan sampah organik maupun anorganik.

Dijelaskan Farah Indah, bahwa kita bisa membangun gerakan perubahan yang nyata untuk dilingkungan sendiri. “Kepedulian akan sarana dan lokasi untuk membuat inovasi, pemanfaatan berbagai limbah sampah yang dijadikan bermanfaat hingga bernilai ekonomis serta termasuk bercocok tanam,” ungkapnya.

“Warga menunjukkan semangat kolaborasi. Adalah modal sosial yang sangat penting, kepedulian dan kebersamaan dalam bermasyarakat,” ucapnya.

Farid Wajdi, Ketua Bank Sampah Unit (BSU) Ni’matullah RT 01/RW 09 Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, melalui kegiatan mengatakan, warga dan para anggota BSU sangatlah mempunyai kepedulian bersama dalam kebersihan dan pemanfaatan akan sampah serta bercocok tanam.

“Kami di BSU Ni’matullah adalah baru membuat program di tahun ini. Namun, tingkat kesadaran warga terpacu cepat akan sampah, yang menjadi nilai ekonomis bagi kami. Silaturrahmi pun tetap terjaga. Warga dan ibu-ibu kompak tiap hari mengumpulkan dan memilah beragam sampah, diantaranya botol plastik, gelas minum plastik, kardus, buku bekas, kaleng, dan lainnya. Alhamdulillah, hampir tiap minggu di BSU Ni’matullah sampah yang sudah dipilah dijemput oleh armada pengangkutan dibawa ke BSP,” pungkas Farid Wajdi, Ketua BSU Ni’matullah. (Arman)