Bupati Daeng Manye Antar Takalar Torehkan Prestasi Nasional: Daerah Tercepat Bentuk Koperasi Merah Putih

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Pemerintah Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinan Bupati Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, menorehkan prestasi gemilang dalam program nasional Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih.

Takalar tercatat sebagai kabupaten pertama di Provinsi Sulawesi Selatan yang berhasil membentuk Koperasi Desa Merah Putih di seluruh desanya, mencapai 100% capaian pembentukan koperasi berbadan hukum. Atas keberhasilan ini, Bupati Takalar menerima piagam penghargaan dari Menteri Koperasi dan UKM RI, Budi Arie Setiadi.

Penghargaan tersebut diserahkan pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, yang berlangsung di Hotel Four Points Makassar, Sabtu, (26/04/2025).

Acara ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi, termasuk Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Wakil Gubernur Sulsel, Ketua DPRD Provinsi Sulsel, Ketua Umum DPP Desa Bersatu, Ketua APDESI Provinsi Sulsel, serta para bupati dan wakil bupati se-Sulawesi Selatan.

Dalam arahannya, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menegaskan pentingnya koperasi sebagai alat transformasi sosial untuk mendorong kesejahteraan masyarakat desa. Ia menyampaikan bahwa program Koperasi Merah Putih merupakan gagasan brilian dari Presiden RI Prabowo Subianto dalam mempercepat pembangunan desa.

“Di Indonesia, baru sekitar 29,8 juta penduduk yang terlibat aktif dalam koperasi, kurang dari 10 persen dari total populasi. Sudah saatnya koperasi bangkit dan menjadi tulang punggung ekonomi rakyat berbasis gotong royong,” tegas Menteri Koperasi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi jalur utama dalam penyaluran produk dan subsidi negara, sekaligus memperkuat ideologi ekonomi nasional.

Sementara itu, Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye menjelaskan bahwa sejak menerima arahan Presiden, pihaknya segera membentuk tim khusus untuk mempercepat proses pembentukan koperasi, mulai dari aspek legalitas, pembentukan pengurus, keanggotaan, hingga inventarisasi kebutuhan dan infrastruktur desa.

“Kabupaten Takalar memiliki potensi agromaritim yang besar, seperti rumput laut, jagung, padi, dan hasil pertanian lainnya. Dengan koperasi sebagai wadah, kami optimis produk unggulan Takalar akan lebih dikenal luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” ungkap Bupati.

Dengan keberhasilan ini, Takalar tidak hanya menjadi pionir di Sulawesi Selatan, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam membangkitkan ekonomi berbasis desa dan gotong royong.

(*/Red)