TAKALAR, INDIWARTA.COM – Momentum Hari Jadi ke-66 Kabupaten Takalar dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Takalar sebagai ruang refleksi, evaluasi, sekaligus penguatan arah pembangunan menuju transformasi digital pelayanan publik.
Rapat Paripurna DPRD Takalar yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Selasa (10/2/2026), berlangsung khidmat dan sarat nuansa adat Bugis Makassar.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi tiba di lokasi pukul 10.00 Wita dan disambut secara adat dengan Payung Appaka Sulapa dan Payung Polong Sipue, simbol kehormatan dan kebesaran dalam tradisi Bugis Makassar. Keduanya berjalan berdampingan bersama Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, menyusuri karpet merah menuju lapangan upacara yang telah dipersiapkan sebagai pusat kegiatan peringatan hari jadi.
Nuansa adat terasa kental. Gubernur Sulsel mengenakan busana adat Bugis Makassar berwarna hijau, simbol kebangsawanan. Wakil Gubernur tampil anggun dengan Baju Bodo, busana tradisional tertua khas Sulsel. Bupati Takalar mengenakan Baju Tutu (jas tutup) dipadukan Lipa’ Sabbe serta hiasan kepala khas Bugis Makassar. Ketua TP PKK Kabupaten Takalar Dewi Sri Ekowati Firdaus juga tampil serasi dengan busana adat senada. Para pejabat daerah, Forkopimda, dan tamu undangan tampak kompak mengenakan pakaian adat dengan tema warna hijau.
Pada podium utama, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel duduk berdampingan dengan Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin, Ketua DPRD Takalar Muhammad Rijal, Wakil Ketua DPRD Takalar Fadhel Ahmad, serta jajaran pejabat daerah dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi tema Hari Jadi Takalar yang dinilainya sejalan dengan arah pembangunan Sulawesi Selatan.
“Tema Takalar Unggul, Berdaya Saing melalui Ekonomi Digital sangat relevan dengan tantangan pembangunan hari ini,” ujar Andi Sudirman.
Ia menegaskan komitmen Pemprov Sulsel dalam mendukung pembangunan Takalar, mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan, bantuan rumah layak huni, hingga penguatan pelayanan publik.
“Kita bekerja untuk rakyat. Kalau bisa cepat, kenapa harus diperlambat? Jangan ada ego sektoral,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan bahwa Hari Jadi ke-66 Takalar bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum refleksi dan penguatan komitmen pembangunan.
“Hari ini kita melakukan refleksi, evaluasi, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan pembangunan Takalar yang lebih baik, sejahtera, dan berdaya saing,” kata Firdaus.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Transformasi Digital untuk Pelayanan Publik Takalar Cepat”, yang menurut Firdaus merupakan manifestasi visi Takalar Maju, Berdaya Saing melalui Ekonomi Digital.
Ia menegaskan bahwa transformasi digital adalah kebutuhan mutlak di tengah tuntutan masyarakat akan layanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.
“Pelayanan publik tidak boleh lagi lambat dan berbelit. Pemerintah harus hadir dengan sistem kerja modern, efektif, dan efisien,” ujarnya.
Firdaus juga menyoroti pentingnya penguatan kualitas aparatur sipil negara (ASN) melalui sistem kerja berbasis digital, mulai dari presensi elektronik, monitoring kinerja, hingga evaluasi terukur.
Dalam kesempatan itu, ia memaparkan sejumlah capaian strategis Pemkab Takalar, di antaranya penghargaan dari Kementerian Koperasi RI atas keberhasilan membentuk Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih secara 100 persen di seluruh wilayah Takalar.
Selain itu, Takalar juga terpilih sebagai daerah tahap pertama pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih Nasional di Aimbatu-batu, dengan berbagai fasilitas pendukung produktivitas nelayan.
Peringatan Hari Jadi ke-66 Takalar pun menjadi penanda arah baru pembangunan daerah: pelayanan publik berbasis digital, birokrasi profesional, dan pemerintahan yang cepat, responsif, serta berpihak pada kebutuhan masyarakat. (*)












