TAKALAR, INDIWARTA.COM – Polemik penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kembali mencuat di Kabupaten Takalar. Kali ini, muncul dugaan adanya bisnis terselubung dalam pengadaan buku paket dan foto Bupati-Wakil Bupati Takalar yang diduga melibatkan orang-orang dekat kepala daerah.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa sekolah-sekolah dari tingkat TK-PAUD, SD, hingga SMP di Takalar didorong untuk membeli buku paket dan foto pasangan Bupati Firdaus Daeng Manye dan Wabup Hengky Yasin. Lebih jauh, skema bisnis ini dikabarkan melibatkan dua sosok berinisial R dan D yang disebut-sebut sebagai orang dekat Bupati.
Kepala Dinas Pendidikan Takalar, Darwis, mengaku tidak turut campur dalam pengadaan tersebut.
“Semua penyedia ke saya minta izin untuk menawarkan, jadi saya bilang silakan ke sekolah karena mereka yang lebih tahu,” ujarnya.
Pernyataan ini justru menimbulkan pertanyaan: benarkah sekolah memiliki kebebasan penuh dalam menentukan pembelian, ataukah ada tekanan terselubung?
Dugaan ini mencoreng dunia pendidikan dan berpotensi melanggar aturan penggunaan Dana BOS yang semestinya berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Masyarakat serta pemerhati pendidikan kini menunggu langkah tegas dari pihak berwenang untuk menelusuri dugaan penyalahgunaan anggaran ini.
Sementara itu, pihak terkait diharapkan segera memberikan klarifikasi agar polemik ini tidak semakin berlarut-larut dan mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintahan yang baru berjalan 100 hari ini.
(K7/Rd)