Deretan Jeriken Mengular di SPBU Kalampa: Warga Keluhkan Dugaan Solar Ilegal, APH Diminta Turun Tangan

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Keluhan kembali muncul dari warga terkait aktivitas pengisian solar menggunakan jeriken di SPBU Kalampa, Kelurahan Kalabbirang, Kabupaten Takalar. Aktivitas itu disebut semakin masif dalam beberapa pekan terakhir hingga menyebabkan antrean panjang kendaraan di sekitar area SPBU.

Pantauan warga menunjukkan antrean solar tak lagi didominasi kendaraan bermotor atau truk, melainkan deretan jeriken yang diduga kuat untuk pembelian non-subsidi secara ilegal.

“Sudah beberapa hari terakhir antreannya begitu padat. Bahkan ada yang menggunakan dua sampai lebih jeriken,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu pagi (3/12/2025). Ia mengaku resah lantaran kondisi tersebut tak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga merugikan pengguna jalan yang membutuhkan BBM sesuai aturan.

Menurut warga, SPBU Kalampa berada pada jalur padat lalu lintas kendaraan yang melintas dari arah kota menuju kota Makassar dan kecamatan lain. Dengan munculnya antrean panjang jeriken, kemacetan disebut tak terhindarkan, khususnya pada jam sibuk.

Warga menyebut aktivitas tersebut diduga melibatkan pembeli yang memanfaatkan celah distribusi BBM subsidi. “Kalau begini terus, siapa yang menikmati hak subsidi? Masyarakat umum malah sulit mengisi,” ujar warga lainnya.

Atas kondisi itu, masyarakat meminta Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan melakukan penertiban dan pengawasan lebih ketat.

“Kami berharap APH tidak hanya melakukan imbauan, tapi juga tindakan tegas. Ini sudah berlangsung lama dan makin terlihat terang-terangan,” kata sumber tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPBU Kalampa maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat keamanan segera mengambil langkah agar distribusi BBM kembali normal serta tidak dimanfaatkan oleh oknum yang diduga bermain di balik pembelian solar secara ilegal. (*)