TAKALAR, INDIWARTA.COM – Dua warga Dusun Labbo Tallua, Desa Minasa Baji, Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, mengalami luka-luka akibat ledakan yang diduga berasal dari bahan peledak jenis bom ikan, Minggu sore, (12/04/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa terjadi saat kedua korban tengah merakit alat peledak tersebut di sebuah rumah warga. Ledakan tiba-tiba terjadi dan mengakibatkan keduanya mengalami luka cukup serius.
“Kejadiannya saat mereka sedang merakit bom ikan di rumah salah satu warga. Tiba-tiba meledak,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin, (13/04/2026).
Kedua korban diidentifikasi bernama Nawir Dg Janji dan Sikki Dg Tompo. Hingga kini, kondisi terbaru keduanya belum dapat dipastikan. Namun, keduanya disebut mengalami luka berat akibat ledakan tersebut.
Saat insiden berlangsung, tiga orang lain berada di lokasi, masing-masing Dg Sua, Dg Ngari, dan Anri Dg Gassing. Mereka dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.
Usai kejadian, korban disebut segera dievakuasi ke daratan untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, penelusuran awak media di RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle dan RS Maryam Takalar tidak menemukan nama kedua korban, baik di instalasi gawat darurat maupun daftar pasien rawat inap.
Situasi ini memunculkan dugaan bahwa korban dibawa ke luar wilayah Takalar. Sejumlah sumber menyebut, keduanya kemungkinan dilarikan ke wilayah Tindang, Kabupaten Gowa, untuk menghindari perhatian aparat dan media terkait dugaan aktivitas ilegal pembuatan bom ikan.
Menanggapi peristiwa tersebut, aparat dari Polsek Mappakasunggu dilaporkan telah menyeberang ke Kepulauan Tanakeke guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti yang tersisa di lokasi juga telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna mengungkap asal-usul bahan peledak serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam aktivitas tersebut. (*)












