Drama Perampokan Kantor Pos Takalar: Pelaku Asisten Sendiri, Barang Bukti Capai Rp643 Juta

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Kepolisian Resor Takalar akhirnya berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di Kantor Pos Takalar, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Jumat malam, 28 November 2025. Dalam peristiwa itu, Kepala Kantor Pos, Suwanto Tahir, diserang dan dirampas uang tunai hingga ratusan juta rupiah.

Korban ditemukan warga dalam kondisi luka di bagian mata akibat hantaman benda tumpul. Ia kemudian mendapat perawatan medis setelah berhasil dievakuasi.

Melalui penyelidikan intensif, tim Resmob Sat Reskrim Polres Takalar menangkap seorang pria bernama Suprianto alias Daeng Gassing (43). Yang mengejutkan, pelaku merupakan mandor sekaligus asisten korban di kantor pos tersebut.

Pelaku diduga nekat melakukan aksinya setelah melihat korban membawa uang dalam jumlah besar. “Pelaku mengakui perbuatannya. Niat muncul karena tergiur uang yang dipegang korban,” kata Kasat Reskrim Polres Takalar AKP Hatta, S.H., Minggu, 30 November 2025.

Barang Bukti Miliaran Rupiah Dikumpulkan Bertahap

Pada penangkapan pertama, Sabtu 29 November 2025, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain:

• Uang tunai Rp433.700.000

• Satu unit handphone Samsung A55 warna biru

• Sebuah apar dan palu

• Sepasang sepatu korban

• Satu celana jeans hitam dan kaos hijau milik korban

Tak berhenti sampai di situ, polisi kembali melakukan pengembangan sehari setelahnya. Dipimpin langsung AKP Hatta, tim Resmob menyisir rumah orang tua pelaku di Dusun Bontorikong, Kabupaten Gowa. Dari lokasi itu, ditemukan lagi uang tunai senilai Rp209.900.000.

Total uang yang berhasil diamankan mencapai Rp643.600.000.

Polres Takalar Pastikan Proses Hukum Berjalan

Kapolres Takalar, AKBP Supriadi Rahman, S.I.K., M.M., memberikan apresiasi atas keberhasilan tersebut.

“Penangkapan cepat dan penemuan barang bukti ini adalah bentuk komitmen kami terhadap keamanan masyarakat. Setiap tindak kejahatan akan kami tindak tegas,” ujar Supriadi.

Selain memastikan proses hukum berjalan, ia mengajak masyarakat agar aktif memberikan informasi jika menemukan hal mencurigakan di lingkungan masing-masing.

“Sinergi antara polisi dan masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi aman dan kondusif,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan lanjutan di Mapolres Takalar. Polisi tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain atau pengembangan bukti tambahan. (*)