Gempa M7,7 dari Filipina Guncang Sangihe, Getaran Terasa hingga Sulawesi dan Maluku

Pangeran Athar

MANADO, INDIWARTA.COM – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Mindanao, Filipina, mengguncang kawasan timur Indonesia pada Senin, (8/06/2026). Guncangan kuat dirasakan hingga Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dan sejumlah daerah lainnya di Indonesia bagian timur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, gempa terjadi pada pukul 07.32 WITA dan dirasakan cukup kuat di wilayah Petta, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kepanikan sempat terjadi ketika warga berhamburan keluar rumah dan bangunan untuk menyelamatkan diri.

Hingga laporan sementara, diduga satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat dampak gempa tersebut. Aparat dan petugas terkait masih melakukan pendataan terhadap kemungkinan kerusakan bangunan maupun korban lainnya di wilayah terdampak.

Gempa ini menjadi salah satu yang terkuat yang tercatat sepanjang tahun 2026 hingga awal Juni. Kekuatan guncangannya dirasakan luas di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Indonesia setelah terjadinya gempa tektonik tersebut. Daerah yang masuk dalam pemantauan antara lain Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, hingga Kalimantan Timur.

BMKG menjelaskan gempa bumi tektonik itu terjadi pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 06.37 WIB. Hasil analisis menunjukkan episenter gempa berada pada koordinat 5,80 derajat Lintang Utara dan 125,14 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 47 kilometer.

Menurut BMKG, gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng di kawasan Filipina Selatan. Karakteristik sumber gempa menunjukkan adanya potensi tsunami sehingga peringatan dini segera diterbitkan untuk wilayah yang berpotensi terdampak.

Getaran gempa dirasakan di sejumlah daerah dengan intensitas III hingga IV MMI. Wilayah yang melaporkan merasakan guncangan antara lain Morotai, Gorontalo Utara, Ternate, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Manado, Bitung, Palu, serta beberapa daerah lainnya di Indonesia bagian timur.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta memastikan langkah-langkah penanganan darurat bagi masyarakat terdampak. Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan BMKG maupun pemerintah setempat. (*)