Hindari Seks Bebas, Terdapat 142 Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Buru

Namlea – Dinas Kesehatan Kabupaten Buru mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama kalangan remaja untuk berprilaku hidup sehat dan menjauhi segala bentuk pergaulan bebas seperti seks bebas dan penggunaan jarum suntik narkoba agar tak terpapar penyakit HIV/AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan Nani Rahim mengatakan, total keseluruhan kasus penderita HIV/AIDS di Kabupaten Buru mencapai 142 kasus di tahun 2013 hingga 2023, Rabu 15/11/2023

   

“Kali ini penularan kasus HIV/AIDS datang melalui hubungan seks bebas tak hanya melalui jarum suntik narkoba,”Ungkapnya

Terkait jumlah kasus yang di sebutkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buru Nani Rahim menjelaskan penularan penyakit HIV dan AIDS kebanyakan datang dari Wanita penjaja seks (WPS), Pelanggan penjaja seks dan pasangannya
Waria dan LSL, yang datang lewat hubungan seks dan juga dari penguna narkoba suntik (Idu’s)

Meski demikian Kadis Kesehatan tidak menyebutkan secara rinci jumlah penderita yang didominasi oleh perempuan atau laki-laki, dan penyebarannya di daerah mana saja

Ia berharap ada kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan berupa tes darah, sehingga ada langkah pencegahan berupa pengobatan diri dan pemutusan penyebaran HIV dan AIDS tersebut,”jelas Rahim

Diketahui, HIV adalah virus yang membunuh sel darah putih di dalam tubuh. Sel darah putih berfungsi membantu melawan infeksi dan penyakit (bakteri, virus lain, parasit) yang menyerang masuk ke dalam tubuh.

Seseorang yang tertular HIV tidak menyadari bahwa dirinya sudah tertular.
AIDS / full-blown AIDS terjadi setelah infeksi HIV berproses menjadi lanjut sehingga menghancurkan sistem kekebalan tubuhnya.

Ketika sistem kekebalan tubuh seseorang sudah rusak, maka tubuh akan mudah terserang penyakit yang ringan sekalipun.

Virus ini dapat ditularkan melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, air mani, atau cairan vagina.

Cara penyebarannya pun bisa melalui produk darah (jarum yang tidak steril atau darah yang tidak disaring) (*)

  
error: waiit