IAS : Sulsel Potensial Punya Pabrik Pupuk Kimia

Indiwarta.com_ ENREKANG, Silaturahmi politik kandidat bakal calon gubernur Sulsel 2024, Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mendapat sambutan hangat di Desa Temban, Kecamatan Enrekang, Sabtu (24/6/2023).

Kendati begitu, mereka begitu bersemangat menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan warga Temban secara khusus, dan Kecamatan Enrekang secara umum.

   

Tokoh masyarakat Temban, Hasan Basri, bercerita soal kebutuhan bibit pertanian unggul. Utamanya bibit jagung.

“Sejauh ini, yang paling dibutuhkan warga di Kecamatan Enrekang secara keseluruhan adalah bibit unggul pertanian. Seperti benih jagung. Mayoritas masyarakat Kecamatan Enrekang selain berternak, adalah petani jagung,” ujar Hasan Basri.

Tapi yang jadi soal, menurutnya, harga bibit jagung unggul ternyata terbilang mahal. “Itu memberatkan petani. Mahal karena ternyata benihnya itu diproduksi hanya di Jawa. Makanya, kami mengusulkan bagaimana agar benih unggul yang sangat dibutuhkan itu juga bisa diproduksi di Sulsel. Itu pasti membantu petani karena harga bisa lebih murah,” harap Hasan Basri.

Merespons hal tersebut, IAS menyebut, jalan keluarnya adalah optimalisasi kinerja balai benih yang ada di Sulsel. “Ini masukan penting. Tapi semoga keluhan ini didengarkan pemerintah saat ini dan dicarikan jalan keluar tanpa harus menunggu pergantian kepemimpinan di Sulsel,” ujar IAS.

Tokoh masyarakat Desa Tungka, Kecamatan Enrekang, Takbir, yang turut hadir dalam pertemuan itu, merespons positif gagasan IAS membangun pabrik pupuk nonorganik di Sulsel.

“Jika Sulsel punya pabrik pupuk nonorganik lalu itu bisa mengatasi kelangkaan dan kemahalan harga pupuk, saya yakin itu sudah menyelesaikan mayoritas persoalan pertanian di Sulsel. Saya yakin banyak yang tidak sabar menunggu ini terwujud,” kata Takbir.

IAS menjelaskan, Sulsel potensial punya pabrik pupuk kimia. Itu karena salah satu bahan baku utama pabrik pupuk itu adalah gas alam. Sulsel sudah memiliki potensi ini di Kabupaten Wajo.

Memang pabrik pupuk Indonesia juga bergantung pada bahan baku lainnya yang hanya bisa didapatkan dengan mengimpor dari luar negeri (dari Rusia misalnya). Di antaranya adalah phospate. Belakangan, suplai ini terganggu karena dampak perang Rusia-Ukraina. Namun, menyisakan optimisme karena selalu ada alternatif suply dari negara lain.

“Kita doakan insya Allah saya mendapat ridho Allah SWT memimpin Sulsel, agar memiliki pabrik pupuk di Sulsel ini tidak sekadar menjadi cita-cita, tapi bisa diwujudkan,” tegas 10 Tokoh Indonesia Berpengaruh Pilihan TEMPO tahun 2008 itu. (*/Arman)

  
error: waiit