banner 728x250    

Kasi Penkum Kejati Sulsel Ajak Santri dan Santriwati Ponpes DDI ABRAD Makassar Mengenal Hukum Penyalahgunaan Narkotika

MAKASSAR, INDIWARTA.COM – Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Soetarmi, SH.MH melakukan kegiatan Penyuluhan Hukum Kepada Santri dan Santriwati pada Pondok Pesantren Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) ABRAD Makassar. Selasa (30/04/2024)

Kegiatan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) merupakan upaya inovasi dan komitmen Kejaksaan RI dalam meningkatkan kesadaran hukum kepada warga negara khususnya masyarakat yang statusnya sebagai pelajar SMP, SMA, dan Mahasiswa.

   

“Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) bertujuan untuk memperkaya khasanah pengetahuan siswa/siswi terhadap hukum dan perundang-undangan serta menciptakan generasi baru taat hukum, agar siswa/siswi dapat mengenali hukum dan menjauhi hukuman” Ungkap Soetarmi

Saat ini di Sulawesi Selatan telah banyak terjadi kejahatan Penyalahgunaan Narkotika/Narkoba dimana sebagian dari Kejahatan tersebut telah berhasil diamankan oleh pihak yang berwenang yaitu Kepolisian dan BNNP namun masih terdapat peredaran gelap barang Narkotika yang belum terungkap, Olehnya itu Kasi Penkum Kejati Sulsel turun langsung ke Masyarakat utamanya ke Lembaga Pendidikan dengan Program Jaksa Masuk Sekolah seperti yang dilakukan di Pondok Pesantren Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) ABRAD Makassar, yang terletak di Komp. Pemda Antang, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar dengan tema Selamatkan Generasi Bangsa dari Penyalahgunaan Narkoba.

Lanjut, Menurut Soetarmi Santri/santriwati perlu diajar dan diberi pengetahuan terkait bahaya Penyalahgunaan Narkotika sebab mereka adalah aset SDM kita dimasa mendatang guna mewujudkan Indonesia Emas 2045. Sudah sangat massif Upaya Penindakan dan Penegakan Hukum yang dilakukan untuk memberantas kejahatan ini namun Penyalahgunaan Narkotika masih tetap tumbuh subur dimana-mana, untuk itu perlu dilakukan Upaya peningkatan kesadaran hukum Masyarakat (legal awarness) dengan memahami dan mengenal hukum terkait Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika diharapkan Masyarakat dapat menghindari hukuman.

Lebih Lanjut, Soetarmi mengungkapkan bahwa kegiatan Penyuluhan Hukum Jaksa Masuk Sekolah (JMS) ini, dimaksudkan untuk memperkenalkan hukum sejak dini, menciptakan generasi muda yang melek akan hukum sehingga kedepannya mampu membentuk siswa-siswi yang sadar hukum, dan mampu sebagai corong hukum kepada masyarakat disekitarnya.

Kegiatan penyuluhan hukum Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dibuka langsung oleh Bapak Muhammad Adlan S.Th.I selaku Sekretaris Pondok Pesantren Pondok Pesantren Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) ABRAD Makassar.


Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) ABRAD IR. Andi Taufiq Eka Putra sangat merespon positif kegiatan yang dilakukan oleh para Jaksa pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, dimana kegiatan ini harus senantiasa dilakukan karena pengaruhnya sangat besar kepada anak-anak peserta didik agar memahami mengenai hukum dan mengendalikan diri mereka serta menjauhi penyalahgunaan obat-obat terlarang sebab sanksi hukumnya ternyata sangat berat berupa pidana penjara dan denda.

Selama kegiatan penyuluhan berlangsung, para santri/santriwati antusias mengikuti kegiatan Jaksa Masuk sekolah yang mengajarkan peraturan perundang-undangan nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dimana para santri dapat mengetahui tentang perbuatan yang dilarang dan melanggar hukum terkait dengan penyalahgunaan obat-obat terlaran dan zat yang mengandung narkotika.

Salah Satu Santri Pondok Pesantren DDI ABRAD Muhammad Fadlan Samsir Hidayat mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan Jaksa Masuk Sekolah ini, Kami mendapatkan ilmu dan pengetahuan tambahan yang tidak pernah diajarkan di Sekolah tentang dampak buruk penyalahgunaan zat dan obat-obatan terlarang yang mengandung Narkotika, hal ini tentunya menjadi ancaman bagi generasi muda bangsa. Ungkap Fadlan

(*)

  
error: waiit