Kunker ke Kejari Bantaeng, Kajati Sulsel Apresiasi Kinerja Gemilang dalam Penanganan Kasus Korupsi

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Agus Salim, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng pada Rabu (23/4/2025). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memberikan arahan sekaligus apresiasi atas kinerja luar biasa jajaran Kejari Bantaeng.

Dalam kunjungannya, Kajati Sulsel didampingi lima pejabat utama: Plt. Asisten Pembinaan Andi Sundari, Asisten Intelijen Ardiansyah, Asisten Tindak Pidana Khusus Jabal Nur, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Fery Tas, serta Asisten Pidana Militer. Rombongan disambut hangat oleh Kepala Kejari Bantaeng, Satria Abadil, bersama seluruh jajarannya.

Kajati Agus Salim meninjau langsung kondisi personel serta sarana dan prasarana di lingkungan Kejari Bantaeng. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi. Bahkan, Kejari Bantaeng berhasil meraih penghargaan sebagai peringkat pertama dalam penanganan perkara korupsi se-Sulawesi Selatan.

“Luar biasa semangat Pak Kajari Bantaeng bersama seluruh jajarannya. Ini bukti nyata dari komitmen dan integritas yang tinggi dalam menegakkan hukum,” ujar Agus Salim.

Dalam arahannya, Kajati Sulsel juga berpesan agar Kejari Bantaeng terus menjaga suasana kerja yang kondusif dan harmonis di tengah masyarakat. Ia menyinggung adanya dinamika dalam penegakan hukum yang belakangan sempat terjadi, namun menegaskan bahwa dukungan publik adalah bukti bahwa kinerja kejaksaan berjalan sesuai koridor profesionalisme.

“Ciptakan situasi yang sejuk di Bantaeng. Meski ada sedikit riak, tapi respon positif masyarakat menunjukkan bahwa kita berada di jalur yang benar,” pesan Kajati.

Menutup kunjungannya, Agus Salim mengingatkan seluruh jajaran untuk terus menjaga marwah institusi. Ia menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan publik dengan konsistensi kinerja yang bersih dan profesional.

“Jangan sampai nila setitik merusak susu sebelanga. Persepsi publik yang positif harus terus dijaga dan jangan dinodai,” pungkasnya.

(*/Red)