TAKALAR, INDIWARTA.COM – Kondisi Monumen LAPRIS di Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, kembali menjadi sorotan. Situs yang didedikasikan untuk mengenang perjuangan Ranggong Daeng Romo itu dilaporkan mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian rumah adat.

Pantauan di Kelurahan Bulukunyi, Ahad, (19/04/2026), menunjukkan sejumlah bagian bangunan tampak tak terawat. Struktur rumah adat terlihat lapuk dan nyaris roboh. Hanya bagian pagar yang tampak telah diperbaiki.
Warga setempat menyebut kerusakan tersebut bukan hal baru. Kondisi itu, menurut mereka, telah berlangsung selama beberapa tahun tanpa penanganan berarti.
“Sudah lama rusak pada bagian rumah adat begitupun tugunya pada area dalam. Hanya pagarnya yang dibenahi. Kami berharap pemerintah kembali mengucurkan anggaran untuk perbaikan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Monumen LAPRIS merupakan simbol penting sejarah lokal. Situs ini berkaitan erat dengan perjuangan Ranggong Daeng Romo, tokoh yang dikenang dalam perjalanan sejarah masyarakat Takalar. Selain sebagai penanda sejarah, kawasan ini juga kerap dianggap sebagai ruang edukasi bagi generasi muda.
Namun, minimnya perawatan dinilai membuat nilai historis monumen kian tergerus. Warga menilai kondisi tersebut tidak sebanding dengan makna yang dikandung situs tersebut.
“Ini bukan sekadar bangunan, tapi warisan sejarah. Untuk apa terlihat baik dari depan kalau rumah adatnya hampir roboh,” kata warga lainnya.
Desakan agar Pemerintah Kabupaten Takalar segera mengambil langkah konkret pun menguat. Perbaikan dinilai mendesak untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.
Warga khawatir, jika terus dibiarkan, bagian rumah adat akan hilang dan menghapus jejak sejarah yang tak tergantikan. (*)












