‎Lubang Menganga di Depan Pasar Bulukunyi, Warga Titip Harapan pada Usulan Inpres Jalan Daerah

Pangeran Athar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Harapan masyarakat terhadap perbaikan Jalan Poros Bulukunyi di Kelurahan Bulukunyi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, kembali menguat. Kerusakan parah yang bertahun-tahun dikeluhkan warga kini telah masuk dalam usulan program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), lengkap dengan dokumen perencanaan teknis dan kebutuhan anggaran sekitar Rp6,2 miliar.

‎Pantauan di lokasi pada Kamis (11/6/2026) menunjukkan kondisi jalan yang memprihatinkan. Sejumlah titik mengalami kerusakan berat dengan permukaan aspal berlubang dan bergelombang. Pengendara roda dua maupun roda empat tampak harus memperlambat laju kendaraan dan bergantian menggunakan sisi jalan yang masih layak dilalui demi menghindari lubang.

‎Padahal, Jalan Poros Bulukunyi merupakan salah satu urat nadi aktivitas masyarakat di Kecamatan Polongbangkeng Selatan. Selain menjadi penghubung antarwilayah, ruas jalan tersebut juga menjadi akses utama menuju berbagai fasilitas publik seperti Kantor Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kantor Kelurahan Bulukunyi, MTsN Takalar, masjid, hingga Pasar Bulukunyi yang menjadi pusat perputaran ekonomi warga.

‎Kondisi tersebut memunculkan harapan besar dari masyarakat. Salah seorang warga, Daeng Ngabba (52), bahkan mengaku bernazar akan memotong seekor kambing apabila proyek perbaikan jalan tersebut benar-benar terealisasi dan selesai dikerjakan.

‎“Kalau memang jadi dikerja sampai tuntas, saya siap potong kambing sebagai bentuk rasa syukur. Sudah lama masyarakat menunggu jalan ini diperbaiki,” ujarnya.

‎Menurut Daeng Ngabba, kerusakan jalan tidak hanya mengurangi kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat musim hujan ketika lubang tertutup genangan air.

‎Ia berharap pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun para wakil rakyat yang membidangi infrastruktur dapat memperjuangkan percepatan pembangunan ruas jalan tersebut.

‎“Jalan ini bukan hanya dipakai warga Bulukunyi, tetapi juga masyarakat dari berbagai desa yang datang ke ibu kota kecamatan. Kalau jalannya bagus, aktivitas masyarakat lebih nyaman dan ekonomi juga semakin lancar,” katanya.

‎Sementara itu, Pelaksana Tugas Camat Polongbangkeng Selatan, Ayatullah Rawatib, menyampaikan bahwa ruas Jalan Poros Bulukunyi telah memiliki Detail Engineering Design (DED) sebagai salah satu syarat utama pengusulan program pembangunan.

‎“Benar, informasinya DED untuk ruas jalan tersebut sudah dibuat,” ujarnya.

‎Menurut Ayatullah, keberadaan dokumen perencanaan tersebut menjadi modal penting untuk mempercepat realisasi pembangunan apabila usulan memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat.

‎Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRPKP Kabupaten Takalar, Wahyudin, mengungkapkan bahwa Jalan Poros Bulukunyi telah masuk dalam daftar sekitar 10 ruas jalan yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Takalar melalui program Inpres Jalan Daerah.

‎Ruas jalan yang berada di depan Pasar Bulukunyi itu memiliki panjang sekitar 800 meter dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp6,2 miliar.

‎“Jalan depan Pasar Bulukunyi yang rusak sekitar 800 meter sudah masuk dalam usulan. Anggarannya sekitar Rp6,2 miliar,” kata Wahyudin.

‎Ia menjelaskan bahwa seluruh usulan akan melalui proses seleksi berbasis sistem oleh pemerintah pusat. Kelengkapan dokumen dan kesiapan teknis menjadi faktor utama yang menentukan peluang suatu usulan untuk disetujui.

‎Pemerintah Kabupaten Takalar berharap usulan tersebut dapat memperoleh dukungan pendanaan sehingga perbaikan Jalan Poros Bulukunyi segera terealisasi. Kehadiran infrastruktur jalan yang lebih baik diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Polongbangkeng Selatan. (*)