BURU MALUKU, INDIWARTA.COM – Kepala Bidang Kebakaran Dinas Damkar Kabupaten Buru, Bahrun Nurlatu, mengungkapkan bahwa keterbatasan armada pemadam kebakaran menjadi salah satu faktor utama lambatnya penanganan kebakaran di wilayah tersebut. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini berdampak langsung pada kurang maksimalnya respons terhadap insiden kebakaran yang terjadi di Kabupaten Buru.

Menurut Nurlatu, saat ini Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buru hanya memiliki tiga unit mobil pemadam. Namun, dari ketiga unit tersebut, dua di antaranya sudah dalam kondisi rusak total, sementara satu unit lainnya telah berusia 13 tahun dan memiliki banyak kerusakan pada tangki air. “Saat ini, hanya satu unit mobil yang masih bisa dioperasikan, itupun dengan kondisi yang kurang optimal,” ujar Nurlatu.
Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, terutama mengingat pesatnya pertumbuhan penduduk dan perkembangan pembangunan di Kabupaten Buru. Nurlatu menekankan bahwa peningkatan jumlah perumahan dan perkantoran di daerah ini otomatis meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, sehingga kebutuhan akan sarana dan prasarana pemadam kebakaran yang memadai menjadi semakin mendesak.
Untuk mengatasi masalah ini, Nurlatu berharap Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Buru dapat segera mengambil langkah-langkah konkret, salah satunya dengan menganggarkan pembelian minimal satu unit mobil pemadam kebakaran yang baru. Ia juga mengingatkan bahwa kesiapan sarana pemadam kebakaran yang baik adalah kunci dalam menjaga keselamatan warga dan aset-aset penting di daerah tersebut.
Dengan kondisi armada yang ada saat ini, respons terhadap kebakaran di Kabupaten Buru dikhawatirkan akan terus mengalami kendala. Diharapkan, dengan adanya perhatian serius dari pemerintah, masalah ini bisa segera teratasi dan masyarakat Kabupaten Buru dapat merasa lebih aman. (*)












