Nenek di Takalar Tinggal di Kandang Ayam Selama 10 Tahun, Warga Harapkan Perhatian Pemerintah

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Sebuah unggahan di media sosial mengungkap kondisi memprihatinkan seorang nenek bernama Daeng Bollo yang telah tinggal di bekas kandang ayam selama 10 tahun. Unggahan tersebut dibuat oleh seorang warga bernama Sulfiah di laman Facebook Kabar Takalar, yang kemudian viral dan mendapat perhatian luas.

Bertempat di Dusun Bontomanai, Desa Patani, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, nenek Daeng Bollo hidup sebatang kara setelah ditinggal keluarganya. Sehari-hari, ia hanya ditemani oleh dua ekor kambing peliharaannya. Tempat tinggalnya sangat tidak layak, hanya berukuran 2×3 meter dan jauh dari standar hunian sehat. Bahkan, pada malam hari, gubuknya tidak memiliki penerangan yang memadai.

Warga sekitar semakin prihatin melihat kondisi Daeng Bollo yang harus bertahan dalam keterbatasan. Mereka berharap ada perhatian dari pihak berwenang, baik pemerintah daerah maupun organisasi sosial, untuk segera memberikan bantuan. Keadaan ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa masih ada warga yang hidup dalam kondisi yang tidak manusiawi.

Sulfiah, yang mengunggah kondisi nenek tersebut, juga mengajak masyarakat untuk turut serta membantu. “Semoga ada perhatian dari pemerintah dan pihak-pihak terkait agar nenek Daeng Bollo bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak,” tulisnya dalam unggahan tersebut. Unggahan ini pun menuai banyak komentar dari warganet yang turut menyuarakan keprihatinan dan harapan agar nenek tersebut segera mendapatkan bantuan.

Kasus seperti ini menjadi pengingat bahwa masih ada masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekstrem. Diharapkan pemerintah setempat segera turun tangan untuk memastikan kesejahteraan dan hak-hak dasar Daeng Bollo terpenuhi. Dengan langkah cepat dan nyata, nenek tersebut dapat menjalani sisa hidupnya dengan lebih layak dan nyaman.

 

(Deng Naba)