Pasca Penggerebekan Ribuan Rokok Ilegal di Takalar, Kinerja Bea Cukai Disorot

Indiwarta.com_ TAKALAR, Ketua DPW Lembaga Anti Korupsi dan Kekerasan Hak Asasi Manusia (Lankoras-Ham) Sulawesi Selatan, Adi Nusaid Rasyid, menyoroti banyaknya produksi dan peredaran rokok ilegal di wilayah Takalar. Bahkan, ditengarai peredaran rokok ilegal itu diduga ada oknum petugas Bea Cukai yang kendalikan.

Menurut Adi Nusaid Rasyid, banyaknya produksi dan penangkapan rokok ilegal seperti ini tidak hanya mencoreng nama baik lembaga Bea Cukai itu sendiri. Pasalnya Bea Cukai dianggap lemah dalam pengawasan.

   

“Adanya produksi dan peredaran rokok ilegal memang sudah menjadi masalah sejak dulu, dan itu sangat disayangkan. Masalahnya perbuatan ini adalah kejahatan besar dan dapat merugikan negera,” kata Adi Nusaid Rasyid, Minggu (17/9/2023).

Adi Nusaid Rasyid pun menguraikan bahwa pihaknya sangat mendukung pemberantasan rokok ilegal di masyarakat dan tentunya nanti perlu terus diawasi peredarannya. Namun, Dia juga menyayangkan jika produksi dan peredaran rokok ilegal mendapat sokongan dan perlindungan dari dalam Bea Cukai sendiri.

Ia mencontohkan, Penggrebekan yang dilakukan oleh Markas Besar (Mabes) TNI terhadap gudang rokok ilegal merek Senator yang digunakan sebagai tempat mengemas dan menimbun rokok ilegal di Jln. Poros Takalar Galesong, Desa Kalebentang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten, Jumat (15/9) kemarin.

“Dugaan kami ada orang dalam di Bea Cukai yang bekerjasama dengan mereka, pita yang terpasang di barang bukti rokok Senator itukan diduga asli dari mereka, bayangkan saja kalau izin sesuai pita dari Bea Cukai isi 12 batang, sementara isi rokok 20 batang, itukan sudah melanggar hukum, otomatis pengawasan mereka lemah,” jelas Adi Nusaid Rasyid.

Adi Nusaid Rasyid menambahkan, pelaksana tugas Kepala Bea Cukai Sulsel yang baru perlu segera merancang kebijakan yang efektif dan tegas, kalau perlu bersih-bersih dari dalam tubuh Bea Cukai itu sendiri.

“Kita berharap Plt Kepala Bea Cukai yang baru ini lebih tegas agar tidak ada oknum yang bermain, selain itu harus lebih selektif lagi dalam pengawasan terhadap produksi dan peredaran rokok ilegal di wilayah Takalar,” tutup Adi Nusaid Rasyid.

Sementara, salah seorang petugas Bea Cukai Makassar, Zulkifli mengaku akan memanggil pemilik rokok ilegal merek Senator itu untuk dimintai keterangan.

“Kita akan panggil pemilik rokok ini untuk dimintai keterangan, apakah rokoknya dan pitanya ini ilegal nanti kita informasikan ke teman-teman,” kata Zulkifli. (*/FR)

  
error: waiit