TAKALAR, INDIWARTA.COM – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Takalar kembali bergerak. Kecamatan Pattallassang menjadi salah satu wilayah yang mulai tancap gas dalam menjalankan intervensi gizi bagi kelompok rentan melalui kolaborasi lintas sektor.
Langkah itu ditandai lewat penyelenggaraan Mini Loka Karya tingkat kecamatan dan pertemuan Pokja Kampung KB, yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Takalar. Agenda ini dinilai penting sebagai ruang sinkronisasi kebijakan dan penyamaan langkah antara pemerintah kecamatan dan program prioritas kabupaten.
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye sebelumnya menegaskan bahwa percepatan pelayanan dasar, termasuk kesehatan dan pemenuhan gizi, menjadi poin penting dari arah pembangunan sumber daya manusia di Takalar.
Camat Pattallassang, Bansuhari Said, menyebutkan data terbaru menunjukkan terdapat 2.887 balita dan 138 ibu hamil di wilayahnya. Menurut dia, angka tersebut menjadi dasar penting perencanaan intervensi agar sasaran program gizi tepat arah dan tepat manfaat.
“Kebutuhan gizi bagi balita dan ibu hamil adalah komponen strategis dalam percepatan penurunan stunting. Kami berharap pengelola SPPG bisa ikut mendukung penyediaan Makanan Bergizi (MBG). Ini sejalan dengan arahan Bupati Takalar yang menekankan percepatan layanan dasar agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Bansuhari.
Penyuluh KB Kecamatan Pattallassang, Takdir Ilham, menyampaikan kabar baik. Menurutnya, hasil koordinasi dengan pengelola SPPG menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung penyediaan bantuan makanan bergizi.
“Kesepakatan awal sudah tercapai. Pihak SPPG siap mengalokasikan bantuan MBG bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Ini bukti nyata kolaborasi lintas sektor berjalan efektif dan menjadi bagian dari penguatan Kampung KB,” kata Takdir.
Dengan menguatnya komitmen kolaborasi tersebut, Pattallassang menegaskan posisinya sebagai salah satu kecamatan yang siap mengikuti langkah percepatan pembangunan yang didorong Bupati Daeng Manye: cepat bertindak, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Program ini diproyeksikan menjadi salah satu pengungkit penurunan stunting dan penguatan kualitas generasi masa depan Takalar. (*)












