TAKALAR, INDIWARTA.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Takalar menggelar acara “Takalar Mengaji” yang bertempat di Mesjid Agung Takalar, Senin (22/12). Kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-79. Acara dihadiri oleh Pj. Bupati Takalar, Dr. H. Muhammad Hasbi, S.STP., M.AP, M.I.Kom, bersama Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Takalar, Apt. Suwainah Hasbi, S.Farm., serta sejumlah tokoh penting seperti perwakilan Forkopimda, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Takalar, pimpinan OPD, tokoh agama, dan para tamu undangan.
Dalam sambutannya, Pj. Bupati Takalar mengimbau masyarakat untuk mengisi pergantian tahun dengan kegiatan positif dan tidak merayakan tahun baru secara berlebihan. Ia juga mengingatkan masyarakat pentingnya menunaikan zakat sebagai wujud kepedulian sosial dan ibadah.
“Zakat melindungi kita dari marabahaya. Bisa jadi, banyak sawah yang terendam banjir karena keberkahan Allah tidak turun akibat banyaknya petani yang belum menunaikan zakat,” ungkapnya.
Pj. Bupati Takalar juga memberikan apresiasi kepada Masyita Putri Nashira, seorang tunanetra yang telah menghafal 30 juz Al-Qur’an. Dalam acara Tabligh Akbar, Masyita diuji langsung di hadapan jamaah dengan melanjutkan penggalan ayat Al-Qur’an. Sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya, Pj. Bupati memberikan hadiah umrah kepada Masyita.
“Semoga hadiah umrah ini menjadi berkah dan Allah menurunkan rahmat-Nya bagi kita semua,” ujar beliau.
Selain itu, acara “Takalar Mengaji” juga menghadirkan Ustadz Ahsan Natsir, Lc., yang menyampaikan pesan tentang pentingnya hidup berbagi dan menjaga ukhuwah Islamiyah. Kegiatan ini memberikan semangat baru kepada masyarakat untuk terus meningkatkan ibadah dan kepedulian sosial.
Dalam kesempatan yang sama, Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Takalar, Apt. Suwainah Hasbi, S.Farm., turut berkontribusi dengan mewakafkan 50 mushaf Al-Qur’an. Mushaf-mushaf tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat di daerah pelosok untuk mendukung peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an.
“Harapan kami, wakaf ini dapat mempererat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan menanamkan nilai-nilai agama sejak dini,” ujarnya.
Kajian “Takalar Mengaji” menjadi momentum yang penuh makna bagi masyarakat Takalar. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kesadaran beragama, tetapi juga meneguhkan semangat berbagi dan solidaritas sosial, terutama di tengah kondisi masyarakat yang terdampak banjir dan abrasi. Pemda Takalar berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang berkesinambungan. (*)












