Pemkab Buru Resmi Lepas 106 Calon Jamaah Haji Tahun 2025, Pj. Bupati Syarif Hidayat: Haji Panggilan Ilahi bagi yang Terpilih

MALUKU BURU, INDIWARTA.COM – Pemerintah Kabupaten Buru melalui Penjabat Bupati Syarif Hidayat, SE, M.Si secara resmi melepas keberangkatan 106 calon jamaah haji untuk musim haji 1446 H / 2025 M. Acara pelepasan yang penuh khidmat ini berlangsung di halaman Masjid Agung Al-Buruj, Namlea, pada Sabtu (10/05/2025).

Turut hadir dalam momen sakral ini para pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga besar para jamaah yang tampak haru mengiringi kepergian para tamu Allah menuju Tanah Suci.

Dalam sambutannya, Penjabat Bupati menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT kepada para jamaah. Ia menyebut ibadah haji sebagai panggilan suci yang hanya diberikan kepada hamba-hamba terpilih, baik secara lahir maupun batin.

“Keberangkatan ini merupakan anugerah luar biasa yang patut disyukuri. Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mendalam,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pelepasan calon jamaah haji adalah agenda rutin Pemkab Buru sebagai bentuk dukungan moril dan spiritual kepada seluruh jamaah agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar, khusyuk, dan ikhlas.

Pj. Bupati juga berpesan agar nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama berhaji bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari selepas kembali ke tanah air.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya secara resmi melepas keberangkatan jamaah calon haji Kabupaten Buru. Semoga seluruh jamaah senantiasa dalam lindungan dan berkah Allah SWT, dari keberangkatan hingga pulang ke tanah air,” tutupnya.

Tahun ini, Kabupaten Buru mengirimkan 106 jamaah dari berbagai kecamatan. Kecamatan Namlea menyumbang jumlah terbanyak dengan 63 jamaah, diikuti Waeapo (16), Lolong Guba (11), Teluk Kaiely (6), dan Waelata (5). Sementara itu, Kecamatan Waplau, Batabual, dan Airbuaya masing-masing mengirimkan satu jamaah. Kecamatan Lilialy dan Fena Leisela tidak mengirimkan jamaah tahun ini.

Salah satu momen paling mengharukan adalah keberangkatan Bapak Rapi bin Dude Mattaliu (92 tahun), jamaah tertua tahun ini yang menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk memenuhi panggilan Ilahi. Adapun jamaah termuda adalah Ayu Indah Sari binti H. Saimun Kille (30 tahun).

Sebanyak 24 jamaah tergolong lanjut usia dan risiko tinggi (risti) dan akan mendapatkan perhatian serta pendampingan khusus selama di Tanah Suci.

Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama, prosesi penyerahan bendera kloter, serta tangis haru dari keluarga yang mengiringi keberangkatan para calon haji.

(*/Sofyan)