‎Pihak Proyek Sekolah Rakyat Takalar Minta Maaf dan Beri Santunan untuk Keluarga Dua Bocah Korban Tenggelam

Pangeran Athar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Pihak proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Takalar menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga dua bocah yang meninggal dunia setelah diduga tenggelam di lubang galian septic tank masjid yang berada di area proyek tersebut.

‎Kedua korban, Arzak (4) dan Asril (3), ditemukan meninggal dunia di kawasan proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Dusun Bontosunggu, Desa Parappuanta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar. Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu, (27/05/2026), dan menyita perhatian masyarakat setempat.

‎Perwakilan pihak proyek menyatakan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban. Mereka mengakui bahwa lokasi kejadian berada di dalam kawasan proyek yang sedang dikerjakan.

‎”Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Jika kejadian ini dianggap sebagai bentuk kurangnya pengawasan dari pihak kami, kami menerima hal tersebut sebagai bahan evaluasi. Kami sebenarnya telah berupaya menjaga keamanan di area proyek, namun musibah ini tetap terjadi. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kedua anak tersebut mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar perwakilan proyek.

‎Selain menyampaikan permohonan maaf, pihak proyek juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban dengan total nilai Rp100 juta untuk dua anak yang meninggal dunia.

‎Menurut pihak proyek, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian kemanusiaan kepada keluarga korban.

‎”Ini murni kecelakaan yang tidak diinginkan oleh siapa pun. Namun karena peristiwa ini terjadi di kawasan proyek kami, kami merasa memiliki tanggung jawab secara moral. Santunan ini kami berikan dengan ikhlas sebagai bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan. Kami tidak ingin mengedepankan ego, melainkan mengambil pelajaran dari musibah ini,” katanya.

‎Pihak proyek juga mengaku bersyukur karena keluarga korban telah menerima permohonan maaf yang disampaikan. Mereka berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak agar pengawasan dan standar keselamatan di area proyek dapat lebih ditingkatkan.

‎Sebelumnya, Arzak dan Asril ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di genangan lubang galian septic tank masjid yang berada di area pembangunan Sekolah Rakyat. Lokasi proyek diketahui tidak jauh dari rumah kedua korban.

‎Peristiwa tersebut memicu keprihatinan masyarakat dan menjadi pengingat pentingnya penerapan sistem keselamatan kerja serta pengamanan area proyek, terutama di lingkungan yang berdekatan dengan permukiman warga. (*)