TAKALAR, INDIWARTA.COM Pj. Bupati Takalar, Dr. Setiawan Aswad, M.Dev.Plg, melayat ke Istana Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tempat jenazah Raja Gowa ke-38, Andi Kumala Idjo Karaeng Lembang Parang Sultan Malikusaid II, disemayamkan, Kamis (28/11/2024).
Sosok yang juga dikenal sebagai Sombayya itu meninggal dunia pada usia 65 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi masyarakat Gowa dan Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Setiawan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam.
“Kami turut berbelasungkawa atas wafatnya orang tua kita, semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” ujarnya.
Beliau juga mengingatkan masyarakat akan jasa-jasa besar almarhum yang tidak hanya sebagai pemimpin, tetapi juga penjaga adat dan budaya Kerajaan Gowa.
Menurutnya, almarhum dikenal sebagai figur yang telah meninggalkan warisan nilai-nilai kepemimpinan dan kebudayaan.
“Almarhum bukan hanya seorang raja, tetapi juga teladan yang menggambarkan kebesaran tradisi Kerajaan Gowa. Kita memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan semangat dan perjuangan yang telah diwariskan beliau,” tambahnya.
Andi Kumala Idjo tutup usia pada Kamis pagi (28/11/2024) pukul 07.21 Wita di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar, akibat penyakit jantung yang dideritanya sejak 2012. Kepergian beliau merupakan kehilangan besar bagi masyarakat Gowa yang telah lama menghormatinya sebagai sosok pemimpin yang penuh kebijaksanaan.
(*)












