TAKALAR, INDIWARTA.COM – Tepat setahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, duet Bupati dan Wakil Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye dan Hengky Yasin, mencatat sejumlah indikator makroekonomi yang menunjukkan tren menguat. Data terbaru memperlihatkan lonjakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita yang menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir.
PDRB per kapita Takalar pada 2021 tercatat sebesar Rp 36,58 juta. Angka itu meningkat menjadi Rp 39,73 juta pada 2022, lalu naik lagi menjadi Rp 41,14 juta pada 2023. Tren pertumbuhan berlanjut pada 2024 menjadi Rp 42,36 juta.
Memasuki 2025, PDRB per kapita diproyeksikan menembus Rp 44,81 juta atau naik Rp 2,45 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan dari 2024 ke 2025 tercatat sebagai yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Kenaikan tersebut mencerminkan perbaikan daya beli dan produktivitas masyarakat. Secara bertahap, struktur ekonomi daerah menunjukkan penguatan yang lebih stabil dibanding periode sebelumnya.
Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi daerah juga bergerak positif. Pada 2022, laju pertumbuhan ekonomi Takalar berada di angka 4,64 persen. Angka ini sempat melambat pada 2023 menjadi 3,86 persen, sebelum kembali rebound pada 2024 sebesar 4,34 persen.
Tahun 2025 diproyeksikan mencatat pertumbuhan 4,71 persen tertinggi dalam empat tahun terakhir. Pemulihan ini ditopang sektor pertanian, perdagangan, dan jasa yang kembali bergairah.
Sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama. Produksi padi meningkat signifikan dari 115,61 ribu ton Gabah Kering Giling pada 2024 menjadi 137,01 ribu ton pada 2025, atau melonjak 18,52 persen. Lonjakan ini memperkuat fondasi ekonomi pedesaan sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan.
Di sisi kesejahteraan, pengeluaran riil per kapita masyarakat juga mengalami kenaikan dari Rp 11,67 juta pada 2024 menjadi Rp 12,01 juta pada 2025. Peningkatan ini menjadi indikator membaiknya konsumsi rumah tangga.
Memasuki satu tahun pemerintahan Daeng Manye–Hengky Yasin, sejumlah indikator makro memperlihatkan arah pertumbuhan yang semakin solid. Tantangan fiskal dan dinamika ekonomi nasional masih membayangi, namun tren yang tercatat menunjukkan optimisme baru bagi perekonomian Takalar ke depan. (*)












