Hardiknas 2026: LKBH-APPI Ingatkan Pendidikan Bukan Sekadar Akses, tapi Pembentukan Karakter Bangsa

MAKASSAR, INDIWARTA.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional kembali menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Di tengah tantangan global yang kian kompleks, komitmen terhadap pendidikan dinilai tidak boleh berhenti pada pemenuhan akses, tetapi juga pada kualitas dan pembentukan karakter generasi muda.

Dalam Pasal 31 ayat (1) UUD 1945 ditegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Negara juga berkewajiban menyelenggarakan sistem pendidikan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sekaligus membangun keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia. Bahkan, pemerintah diwajibkan mengalokasikan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN maupun APBD.

Komitmen ini turut disuarakan oleh Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Angkatan Pemersatu Pemuda Indonesia (LKBH-APPI). Organisasi tersebut menyatakan kesiapan untuk mengawal proses pendidikan, khususnya di Makassar, agar berjalan merata dan mampu melahirkan generasi unggul.

Direktur LKBH-APPI, Ikhsan Ibnu Masud Samal, mengatakan pendidikan harus menjadi fondasi utama dalam membangun karakter bangsa yang berdaya saing global. Menurut dia, sistem pendidikan saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan secara kuantitas, tetapi juga kualitas.

“Kita berharap sistem pendidikan hari ini mampu menghasilkan output yang signifikan dan positif, serta melahirkan nation character building yang kuat sejak dini,” ujar Ikhsan, Sabtu, (2/05/2026).

Ia menilai masa depan bangsa sangat bergantung pada karakter generasi muda saat ini. Pendidikan, kata dia, tidak cukup dimaknai sebagai transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembentukan moral, etika, dan tanggung jawab sosial.

“Cerminan masa depan bangsa terlihat dari karakter pemudanya hari ini. Jika karakternya buruk, maka masa depan bangsa ikut terancam. Sebaliknya, jika karakter itu baik, maka kesejahteraan bangsa akan mengikuti,” katanya.

Ikhsan menambahkan, generasi muda perlu mendapatkan pendidikan formal yang modern, efektif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Menurut dia, kemajuan bangsa selalu berawal dari langkah kecil yang ditempa melalui dunia pendidikan.

“Pendidikan yang baik adalah fondasi dari mimpi besar sebuah bangsa. Semua itu dimulai dari bangku sekolah,” ujarnya.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum refleksi bersama bahwa investasi terbesar bangsa terletak pada pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan yang adil, merata, dan berdaya saing global. (*)