GOWA, INDIWARTA.COM – Sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Gowa kembali berlangsung panas, Rabu, (24/06/2026). Saksi bernama Zaenal menyampaikan keterangan panjang yang memuat dugaan perselisihan, upaya lobi, hingga dugaan hubungan khusus yang menyeret nama Bupati Gowa dan seorang pria yang dikenal dengan inisial BK atau Basri Kajang.
Di hadapan anggota pansus, Zaenal mengawali keterangannya dengan menyebut persoalan yang selama ini diungkapnya telah menjadi perhatian luas masyarakat Gowa.
Menurut dia, isu yang dibahas bukan perkara ringan karena menyangkut nama baik daerah dan figur kepala daerah yang sedang menjabat.
“Saya ingin menyampaikan persoalan yang membuat gaduh masyarakat Kabupaten Gowa,” kata Zaenal dalam sidang.
Zaenal mengaku tujuan awalnya bukan menyerang pribadi Bupati Gowa. Ia mengklaim pernah bertemu langsung dengan Bupati di sebuah warung kopi di kawasan Pettarani dan meminta agar kepala daerah tersebut melakukan perubahan demi menjaga nama baik Kabupaten Gowa.
Namun, menurut Zaenal, dalam pertemuan itu Bupati justru mengajaknya bergabung dan membantu mengawal pemerintahan. Tawaran tersebut, kata dia, ditolak karena dirinya mengaku ingin tetap menjaga independensi medianya.
Ia juga mengklaim medianya telah berdiri selama delapan tahun tanpa bergantung pada anggaran Pemerintah Kabupaten Gowa.
Dalam kesaksiannya, Zaenal turut mengungkap bahwa telepon genggam miliknya sempat diambil saat pertemuan tersebut berlangsung. Ia mengaku tidak mengetahui alasan pasti penyitaan itu, padahal saat itu dirinya ingin menunjukkan sejumlah dokumen dan bahan pemberitaan yang telah dikumpulkan.
Zaenal selanjutnya menyatakan bahwa Bupati sempat meminta agar berita-berita yang telah diterbitkannya dihapus. Permintaan itu, menurut dia, tidak dapat dipenuhi karena pengelolaan konten media berada di bawah kewenangan administrator.
Kesaksian kemudian berlanjut pada pemberitaan yang diterbitkannya menjelang Idulfitri terkait dugaan hubungan khusus antara Bupati Gowa dan BK. Setelah berita tersebut menjadi viral, Zaenal mengaku didatangi dan dihubungi sejumlah pihak yang berupaya menjalin komunikasi dengannya.
Ia menyebut seorang ketua lembaga swadaya masyarakat sempat menghubunginya dan menyinggung kemungkinan negosiasi tertentu. Namun tawaran itu, menurut Zaenal, tidak ditindaklanjutinya.
Selain itu, ia mengklaim beberapa tokoh, pejabat pemerintahan, kepala desa, camat, hingga mantan pejabat Kabupaten Gowa pernah berupaya menjadi perantara komunikasi antara dirinya dan Bupati.
Dalam bagian yang paling menyita perhatian sidang, Zaenal mengaku melakukan penelusuran sendiri setelah mendengar isu mengenai kedekatan Bupati dan BK yang ramai diperbincangkan di sejumlah warung kopi.
Ia mengklaim sempat mengikuti pergerakan kendaraan yang digunakan Bupati ke sejumlah lokasi di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Dari penelusuran itu, Zaenal mengaku memperoleh sejumlah informasi yang kemudian menjadi dasar pemberitaan medianya.
Zaenal juga menyebut pernah mendapatkan rekaman video yang menurutnya memperlihatkan awal kedekatan antara Bupati dan BK. Selain itu, ia mempertanyakan alasan BK masih sering mendampingi Bupati meski kontraknya sebagai konsultan politik disebut telah berakhir.
Kesaksian semakin menarik ketika Zaenal mengungkap adanya informasi yang diterimanya dari seseorang bernama Nur Alam. Menurut Zaenal, informasi tersebut berkaitan dengan dugaan kedekatan Bupati dan BK serta aktivitas keduanya di rumah jabatan maupun sejumlah lokasi lainnya.
Meski pemberitaannya terus berlanjut, Zaenal mengaku tetap menerima undangan berbuka puasa di rumah jabatan Bupati. Ia menilai perlakuan yang diterimanya saat itu berbeda dibanding tamu undangan lainnya.
Menurut Zaenal, dalam kesempatan tersebut Bupati kembali menawarkan agar medianya menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gowa. Namun tawaran itu kembali ditolaknya karena ia mengaku tetap menginginkan adanya perubahan dalam tata kelola pemerintahan dan kepemimpinan daerah.
Kesaksian Zaenal menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian sidang Hak Angket DPRD Gowa yang tengah menyoroti berbagai isu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa.
Hingga sidang berlangsung, seluruh keterangan yang disampaikan Zaenal masih merupakan pernyataan saksi di forum pansus dan belum memperoleh tanggapan resmi dari pihak Bupati Gowa maupun pihak-pihak lain yang disebutkan dalam kesaksiannya. (*)












