Takalar Gandeng Muhammadiyah, Dorong Kolaborasi Nyata dari Dakwah hingga Pembangunan Umat

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Pemerintah Kabupaten Takalar menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan Muhammadiyah dalam mendorong pembangunan berbasis keumatan. Penegasan itu disampaikan dalam momentum Syawalan 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Takalar, Sabtu, (4/04/2026).

Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 1 Pusat Dakwah Muhammadiyah Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang. Sejak pagi, ratusan peserta memadati lokasi acara dengan suasana silaturahmi yang hangat dan penuh semangat kebersamaan.

Sekitar 500 peserta hadir, terdiri atas unsur pimpinan cabang Muhammadiyah, organisasi otonom (Ortom), hingga organisasi kepemudaan se-Kabupaten Takalar.

Bupati Takalar Muhammad Firdaus Daeng Manye yang diwakili Staf Ahli Bidang Sosial Budaya Muhammad Nurdin menyampaikan bahwa pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi yang luas dengan Muhammadiyah. Ia menekankan pentingnya kerja sama yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

“Mengajak Muhammadiyah untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah Takalar, bukan hanya acara seremonial, tetapi juga sampai pada hal-hal teknis di lapangan,” kata Nurdin dalam sambutannya.

Menurut dia, Muhammadiyah memiliki kekuatan jaringan serta pengalaman panjang di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. Hal itu dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mendorong pembangunan berbasis masyarakat.

“Pemda Takalar melihat Muhammadiyah sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan umat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Takalar Islahuddin Tahir memaparkan agenda strategis organisasi, salah satunya pembangunan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah di Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Timur.

Ia menyebut proyek tersebut sebagai pembangunan besar dengan estimasi anggaran sekitar Rp2 miliar. Saat ini, pembangunan difokuskan pada pendirian masjid sebagai fasilitas utama pesantren.

“Melalui momentum ini kami sampaikan bahwa Muhammadiyah Takalar sedang mengerjakan proyek besar pembangunan pondok pesantren di Desa Timbuseng,” kata Islahuddin.

Kegiatan Syawalan juga menghadirkan Prof. Dr. Qadir Gassing, mantan Rektor UIN Alauddin Makassar, yang mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan untuk menyampaikan hikmah Syawalan.

Momentum Syawalan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mempertegas arah sinergi antara Muhammadiyah dan pemerintah daerah.

Keduanya diharapkan dapat menghadirkan program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan, sosial, dan keagamaan. (*)