Viral Blokade Emak-emak di Sawakong, Polisi Klaim Tak Temukan Aktivitas Tambang

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Aksi pemblokiran jalan oleh sejumlah emak-emak di Desa Sawakong, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, yang viral di media sosial, memantik perhatian aparat kepolisian. Video yang beredar luas di TikTok pada Rabu, (07/01 2026), memperlihatkan warga menghadang truk tambang sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas penambangan yang disebut meresahkan.

Sehari setelah video itu ramai diperbincangkan, Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Takalar, Iptu Andri Surahman, SH, turun langsung ke lokasi yang disebut-sebut sebagai area tambang, Kamis, (08/01 2026). Namun, hasil peninjauan tersebut justru berbanding terbalik dengan narasi yang viral.

“Kami telah turun langsung ke lokasi tambang yang tengah viral, namun tidak ada tanda-tanda aktivitas di lapangan. Yang ada hanya beberapa orang sedang memancing,” kata Andri kepada tim media Indiwarta.com.

Menurut Andri, di lokasi yang dimaksud tidak ditemukan alat berat maupun aktivitas penambangan. Area tersebut, kata dia, lebih menyerupai empang, dengan kondisi jalan yang becek akibat musim hujan.

Ia juga meluruskan informasi terkait akses jalan yang dipermasalahkan warga. Andri menegaskan, jalan yang viral dalam video bukanlah jalan permukiman padat penduduk, melainkan jalan tani yang selama ini digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari.

“Saya heran dengan lokasi tambang yang viral kemarin. Setelah kami turun langsung, jalan tersebut adalah jalan tani, bukan jalan yang padat dengan rumah-rumah warga seperti dalam pemberitaan atau video yang beredar,” ujarnya.

Meski demikian, Andri memastikan pihak kepolisian tetap membuka ruang pengaduan dari masyarakat. Jika di kemudian hari ditemukan kembali aktivitas penambangan yang melanggar aturan, Polres Takalar, kata dia, siap menindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (*)