Viral Video Retakan di Bendungan Pammukulu, PPK Pastikan Tidak Mengganggu Keamanan

Pangeran Athar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Pammukulu, Yayuk Wijaya, memberikan klarifikasi terkait video yang viral di media sosial mengenai retakan pada bendungan. Video yang diunggah oleh akun Facebook Anto Daeng Janja sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Yayuk menjelaskan bahwa retakan yang terlihat berada pada bagian parapet, yaitu pagar pengaman di atas tubuh bendungan. Retakan tersebut terjadi pada sambungan konstruksi yang memang dirancang untuk mengantisipasi kembang susut akibat perubahan kondisi lingkungan.

“Retakan yang terlihat di video tampak lebih besar karena efek zoom saat pengambilan gambar. Namun, itu masih dalam batas toleransi yang diizinkan dan bukan pada struktur utama bendungan,” ujar Yayuk kepada Tribun-Timur.Com, Minggu (23/3/2025).

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa Bendungan Pammukulu telah dilengkapi dengan berbagai instrumen pemantauan keamanan, dan hingga saat ini tidak ada indikasi yang mengkhawatirkan. Bahkan, perbaikan pada retakan yang dimaksud telah dilakukan.

“Bendungan ini masih dalam kondisi aman, dan kami terus melakukan pemantauan secara berkala,” tambahnya.

Bendungan Pammukulu dan Manfaatnya

Bendungan Pammukulu yang terletak di Desa Kale Ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dibangun sejak 2017 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 5 Juli 2024.

Dengan daya tampung mencapai 82 juta meter kubik dan luas genangan 460 hektare, bendungan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar, antara lain:

Mengairi lahan irigasi seluas 6.188 hektare.

Menyediakan air baku untuk Kota Takalar sebesar 160 liter/detik.engurangi risiko banjir hingga 44,2% dari sebelumnya 3.028 hektare.

Menjaga konservasi sumber daya air dan berpotensi menghasilkan listrik 4,3 MW melalui PLTA.

Mengembangkan sektor pariwisata dan meningkatkan perekonomian lokal.

Kepala Desa Kale Ko’mara, Parawansa, mengungkapkan bahwa keberadaan bendungan ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Dengan adanya bendungan, warga kini bisa mengonsumsi ikan segar dan menikmati peningkatan pendapatan desa karena menjadi objek wisata baru,” katanya.

Meskipun sempat muncul kekhawatiran akibat video yang beredar, pihak berwenang memastikan bahwa Bendungan Pammukulu tetap dalam kondisi aman dan terus diawasi dengan ketat demi keberlanjutan manfaatnya bagi masyarakat.

 

(*/Red)