Workshop PASI Dorong Optimalisasi Aplikasi SP4N LAPOR di Kabupaten Takalar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – USAID-IUWASH Tangguh bersama Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Takalar menggelar Workshop PASI untuk Implementasi Panduan Teknis Sektor WASH/WRN serta Pendampingan Masyarakat dalam Menyampaikan Pengaduan melalui Aplikasi SP4N LAPOR. Acara ini berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Rabu (18/12/2024).

Asisten Administrasi Umum Kabupaten Takalar, Suhardiyanto, S.STP, M.Si, yang mewakili Pj Bupati Takalar, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran SP4N LAPOR dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik.

“Kami berharap aplikasi ini semakin mempermudah masyarakat untuk menyampaikan pengaduan terkait pelayanan publik, sehingga pelayanan menjadi lebih responsif dan berkualitas,” ujar Suhardiyanto.

Rieneke Rolos, Regional Manager Program USAID-IUWASH Tangguh untuk Sulawesi Selatan dan Papua, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung pelayanan di sektor air minum, sanitasi, dan pengelolaan air limbah domestik.

“Kami hadir untuk membantu meningkatkan kapasitas PDAM dan memastikan masyarakat mendapatkan akses air bersih serta sanitasi yang lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Takalar, Syainal Mannan, S.STP, M.Si, berharap penggunaan aplikasi SP4N LAPOR semakin meluas di tengah masyarakat.

“Dengan teknologi ini, warga dapat melapor kapan saja dan di mana saja. Sistem ini membantu mempercepat proses penanganan pengaduan, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah,” tuturnya.

Aplikasi SP4N LAPOR dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyampaikan pengaduan pelayanan publik. Proses yang cepat dan terarah diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, khususnya di sektor WASH/WRN di Kabupaten Takalar.

Workshop ini juga menghadirkan diskusi interaktif dengan peserta yang terdiri dari perwakilan OPD, Bapelitbanda, PDAM, serta masyarakat dari Kelurahan Bajeng dan Kalabbirang.

Para peserta didorong untuk memahami panduan teknis dan menggunakan aplikasi secara optimal dalam mendukung pelayanan publik. (*)