TAKALAR, INDIWARTA.COM – Di tengah kerasnya kehidupan sebagai pencungkil batu gunung, Saparuddin Daeng Rowa bersama istrinya, Satturia Daeng Rannu, masih harus bertahan di rumah sederhana yang kondisinya memprihatinkan di Dusun Balang, Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sabtu (16/05/2026).
Pasangan suami istri itu tinggal di sebuah rumah kecil di belakang SD 204 Inpres Balang. Bangunan yang mereka tempati sebagian besar terbuat dari papan dan seng bekas yang dipasang seadanya untuk menahan panas matahari dan terpaan hujan.
Pada sejumlah bagian, kondisi rumah tampak rapuh dan nyaris tidak layak dihuni. Saat hujan deras maupun angin kencang melanda, keluarga tersebut disebut kerap diliputi rasa khawatir karena kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia.
Setiap hari, Saparuddin bekerja mencungkil batu gunung demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Namun penghasilan yang tidak menentu membuatnya belum mampu memperbaiki rumah yang semakin rusak.
Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, pasangan itu tetap berusaha bertahan dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh kesabaran.
Kondisi keluarga tersebut juga mengundang keprihatinan warga sekitar. Sejumlah warga berharap pemerintah daerah maupun para dermawan dapat memberikan perhatian agar keluarga Saparuddin bisa merasakan tempat tinggal yang lebih aman dan layak.
“Menurut warga, keluarga ini sangat layak mendapatkan bantuan program bedah rumah karena kondisi rumahnya memang sudah memprihatinkan,” ujar salah seorang warga di sekitar lokasi.
Harapan keluarga Saparuddin terbilang sederhana. Mereka hanya ingin memiliki rumah yang layak dihuni agar dapat hidup lebih tenang tanpa dihantui rasa takut saat cuaca buruk datang.
Kini, di tengah perjuangan hidup yang berat dan keterbatasan ekonomi, keluarga kecil itu hanya bisa berharap ada bantuan rumah layak huni demi masa depan yang lebih baik. (*)












