Hamka B Kady Resmikan PISEW di Takalar, Tekankan Pengawasan Dana Pusat hingga Soroti Irigasi Rp200 Miliar

Pangeran Athar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar, Hamka B. Kady, meresmikan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Aula Kantor Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Minggu (28/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap seluruh program pembangunan yang bersumber dari pemerintah pusat agar tepat sasaran.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 80 tokoh masyarakat, aparat pemerintah desa, dan warga setempat. Sejumlah ibu rumah tangga bahkan tampak membawa anak balitanya hingga acara berakhir. Hamka hadir mengenakan kemeja batik yang dipadukan dengan sandal jepit dan didampingi Kepala Desa Sanrobone, Abd Azis Maluddin.

Menurut Hamka, pembangunan infrastruktur desa harus diikuti dengan pengawasan yang ketat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Saya hanya memeriksa jadi apa tidak. Pak Desa hadir, jadi wajib Pak Desa mengawasi apa yang namanya PISEW, apakah yang namanya P3A, termasuk bedah rumah. Bedah rumah Rp20 juta loh, Bu,” kata Hamka.

Ia menjelaskan, sebagai anggota Komisi V DPR RI, dirinya terlibat langsung dalam pembahasan anggaran infrastruktur nasional. Karena itu, setiap aspirasi dari daerah akan terus diperjuangkan dalam pembahasan anggaran di tingkat pusat.

Usai menghadiri kegiatan di Takalar, Hamka mengaku langsung bertolak ke Jakarta untuk mengikuti rapat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Bappenas terkait penyusunan plafon anggaran tahun 2027.

“Besok pagi subuh saya berangkat ke Jakarta. Jam 10.00 sudah rapat dengan Menteri Keuangan dan Menteri Bappenas untuk menentukan plafon anggaran tahun depan,” ujarnya.

Hamka mengatakan tugas sebagai anggota DPR RI membuatnya harus berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia. Namun, ia menegaskan daerah pemilihannya di Sulawesi Selatan tetap menjadi prioritas setiap kali memiliki kesempatan.

Dalam kesempatan itu, Hamka juga memastikan program bedah rumah akan terus dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Selain membahas program PISEW, Hamka menyoroti kondisi jaringan irigasi di Takalar yang telah mengalami kerusakan selama puluhan tahun. Menurutnya, persoalan tersebut mengancam produktivitas sekitar 3.000 hektare lahan pertanian dan diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk penanganannya.

Ia juga menilai distribusi air dari Bendungan Pamukkulu masih belum optimal sehingga perlu segera menjadi perhatian pemerintah.

“Saya hanya berpikir ini untuk kehidupan masyarakat, tidak boleh kita abaikan. Ini persoalan dasar,” tegasnya.

Kepala Desa Sanrobone, Abd Azis Maluddin, mengapresiasi perhatian yang diberikan Hamka terhadap pembangunan di wilayahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Hamka B. Kady. Tidak semua anggota DPR RI bisa turun langsung melihat kebutuhan masyarakat seperti ini. Semoga sinergi ini terus berlanjut demi percepatan pembangunan desa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Antar Desa (KKAD), Muhlis Dg Situ, menjelaskan infrastruktur yang diresmikan berupa jalan tani sepanjang 525 meter yang menghubungkan Dusun Bontoa, Desa Sanrobone, dengan Dusun Tonasa I, Desa Tonasa.

Menurutnya, jalan tersebut merupakan Program PISEW Tahun 2025 yang baru diresmikan pada 2026 dan diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, terutama petani dalam mengangkut hasil panen.

Usai peresmian, Hamka B. Kady menyerahkan cenderamata kepada seluruh peserta yang hadir berupa satu karung beras premium untuk setiap orang sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat Desa Sanrobone. (*)