TAKALAR, INDIWARTA.COM – Semangat gotong royong kembali hidup di Lingkungan Kammi, Kelurahan Pappa, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar. Rabu, (14/01/2026), warga setempat menggelar kerja bakti massal yang melibatkan lintas unsur, mulai dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, kader Posyandu, hingga masyarakat penerima manfaat.
Kerja bakti tersebut difokuskan pada pembersihan lingkungan secara menyeluruh, normalisasi saluran air untuk mencegah genangan, serta penataan sejumlah fasilitas umum. Upaya kolektif ini dilakukan sebagai langkah antisipatif menghadapi persoalan kebersihan dan kesehatan lingkungan, sekaligus menciptakan kawasan permukiman yang lebih nyaman.
Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa di tengah warga memberi dorongan tersendiri. Selain ikut terjun langsung membersihkan lingkungan, aparat juga menyampaikan imbauan agar masyarakat terus menjaga keamanan dan kebersihan sebagai tanggung jawab bersama.
Peran kader Posyandu pun tak kalah penting. Di sela kegiatan, mereka memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya sanitasi lingkungan bagi kesehatan keluarga, terutama untuk mendukung tumbuh kembang anak dan menjaga kesehatan ibu, sekaligus mencegah munculnya penyakit berbasis lingkungan.
Lurah Pappa, Firmansyah Habsi, S.Sos., yang memantau langsung kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya. Ia menilai kerja bakti massal ini sebagai contoh konkret kolaborasi lintas elemen di tingkat kelurahan.
“Kerja bakti ini bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran dan kebersamaan. Sinergi antara aparat, kader kesehatan, dan warga menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan berdaya,” kata Firmansyah.
Salah seorang warga Kammi, Herman, mengaku bersyukur atas kekompakan yang terbangun. Menurut dia, selain membuat lingkungan lebih asri, kegiatan semacam ini efektif mempererat silaturahmi antarwarga.
Kerja bakti ditutup dengan ramah tamah sederhana dan komitmen bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan. Gotong royong, bagi warga Kammi, bukan sekadar agenda seremonial, melainkan tradisi yang terus dirawat. (*)












