TAKALAR, INDIWARTA.COM – Pemerintah Kabupaten Takalar membuka peluang kerja sama strategis dengan Australia melalui pertemuan diplomatik bersama Konsul Jenderal Australia untuk Makassar, Todd Dias, di kediaman resmi konjen di Makassar, Jum’at (12/06/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat itu membahas sejumlah sektor potensial yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari pengembangan rumput laut, peternakan sapi, hingga pembangunan pusat data berbasis teknologi digital.
Bupati Takalar menyampaikan bahwa daerahnya memiliki potensi besar di sektor kelautan, khususnya rumput laut yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat pesisir. Karena itu, dukungan riset dan inovasi dari Australia diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat daya saing komoditas tersebut di pasar global.
Pengembangan ketahanan pangan juga menjadi salah satu agenda utama pembahasan. Kedua pihak menjajaki peluang kerja sama di sektor peternakan sapi melalui transfer teknologi, pengelolaan pakan modern, serta peningkatan kualitas genetik ternak yang mengacu pada praktik terbaik yang diterapkan di Australia.
Selain sektor agraria, pertemuan tersebut turut membahas kemungkinan pembangunan pusat data atau data center di Kabupaten Takalar. Rencana itu dinilai memiliki prospek besar mengingat posisi geografis Takalar yang strategis dan kebutuhan infrastruktur digital yang terus berkembang.
Di tengah pembahasan mengenai ekonomi dan teknologi masa depan, pertemuan itu juga mengangkat kembali hubungan historis yang telah terjalin antara masyarakat Sulawesi Selatan dan Australia sejak ratusan tahun lalu.
Bupati Takalar menuturkan bahwa jauh sebelum terbentuknya batas-batas negara modern, nelayan dari Takalar dan wilayah Sulawesi Selatan lainnya telah berlayar menggunakan perahu pinisi menuju pesisir utara Australia untuk mencari teripang. Aktivitas perdagangan tradisional tersebut menjadi salah satu bukti awal hubungan yang terjalin antara kedua wilayah.
Menurutnya, interaksi yang berlangsung sejak abad ke-18 itu tidak hanya melahirkan hubungan ekonomi, tetapi juga memperkuat pertukaran budaya secara damai antara para pelaut Sulawesi Selatan dan masyarakat Aborigin di Australia Utara.
Todd Dias menyambut positif berbagai peluang kerja sama yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Ia menilai hubungan historis yang telah terjalin selama ratusan tahun menjadi modal penting untuk membangun kemitraan yang lebih erat dan saling menguntungkan di masa depan.
Menurut Dias, potensi Takalar di sektor kelautan, pertanian, peternakan, hingga teknologi membuka ruang kolaborasi yang luas antara Australia dan pemerintah daerah.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi terwujudnya berbagai program kerja sama konkret yang mampu memperkuat pembangunan ekonomi daerah sekaligus mempererat hubungan antara Australia dan Kabupaten Takalar. (*)












