KPU Takalar Laksanakan Simulasi Pemungutan Suara Menjelang Pilkada 2024

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Takalar menyelenggarakan simulasi pemungutan suara untuk persiapan Pilkada serentak 2024 di Baruga Alun-Alun Kota Takalar, Kelurahan Kalabbirang, Kamis (14/11).

Simulasi ini bertujuan untuk mempersiapkan pelaksanaan pemungutan suara pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati Takalar yang akan dilaksanakan pada 27 November mendatang. Kegiatan ini dihadiri oleh Penjabat Bupati Takalar, DR. Setiawan Aswad, bersama jajaran Forkopimda, serta para anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panwaslu, dan perwakilan masyarakat.

Ketua KPU Kabupaten Takalar, Hamdani Fatiha, membuka simulasi dengan memberikan sambutan yang menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak yang terlibat. Ia menyatakan bahwa simulasi ini merupakan upaya untuk memastikan kesiapan semua komponen dan pelaksanaan teknis pada hari pemungutan suara.

“Simulasi ini menggambarkan bagaimana situasi sebenarnya di lapangan nanti pada 27 November. Semua elemen pemilu, mulai dari tata letak bilik suara hingga posisi saksi dan KPPS, diatur sesuai PKPU nomor 17 tahun 2024,” papar Hamdani.

Hamdani menambahkan bahwa tata cara pemungutan suara yang diperagakan dalam simulasi ini telah diatur secara rinci, termasuk posisi duduk saksi dan KPPS 1 hingga 7. Ia berharap, kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik bagi para penyelenggara pemilu di tingkat TPS sehingga pelaksanaan pemungutan suara berjalan lancar.

“Inilah gambaran proses pemungutan suara yang akan kita laksanakan, sehingga semua harus memahami dan mengikuti tata cara yang telah diatur dengan baik,” ungkapnya.

Selain itu, Ibrahim Salim selaku Koordinator Divisi Teknis KPU Takalar, menjelaskan bahwa simulasi ini juga diikuti oleh perwakilan TNI, Polri, LSM, dan media. Ia berharap, waktu yang diperlukan dalam pemungutan suara dapat diperhitungkan dengan tepat melalui simulasi ini.

Lanjut. Ibrahim juga mengingatkan seluruh warga Takalar untuk menggunakan hak pilihnya dengan membawa KTP ke TPS, sehingga dapat menghindari potensi Pemungutan Suara Ulang (PSU).

“Kami berharap tidak ada PSU. Semua warga Takalar berhak memilih di TPS mana pun selama membawa KTP sebagai identitas,” ujarnya.

Simulasi yang diadakan pada satu TPS dengan jumlah pemilih sebanyak 450 orang ini diharapkan dapat memberi gambaran lebih jelas mengenai pelaksanaan pemungutan suara di seluruh TPS di Takalar. KPU Kabupaten Takalar berkomitmen untuk terus berupaya memastikan proses pemilu berjalan dengan aman, tertib, dan demokratis.

(*)