Lapas Takalar Perkuat Komitmen Eliminasi TBC 2030, Dukung Gerakan Assamaturu Bebas TBC

Pangeran Athar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Takalar dengan menghadiri peluncuran program Assamaturu Bebas TBC dan pengukuhan Duta Assamaturu Bebas TBC, baru-baru ini, Rabu (17/06/2026).

Kehadiran Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, menjadi bentuk dukungan nyata terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Takalar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mewujudkan target eliminasi TBC pada 2030.

Partisipasi Lapas Takalar juga mencerminkan komitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan TBC. Sebelumnya, Lapas Takalar telah menyatakan dukungan terhadap program tersebut melalui komitmen moral, teknis, dan kebijakan yang selaras dengan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

Andi Gunawan mengatakan pihaknya siap bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung keberhasilan program Assamaturu Bebas TBC, termasuk melalui edukasi kesehatan bagi warga binaan serta penguatan lingkungan yang sehat di dalam lapas.

“Kami mendukung penuh program Assamaturu Bebas TBC sebagai langkah strategis untuk mempercepat eliminasi TBC di Kabupaten Takalar. Sinergi lintas sektor sangat penting agar tujuan bersama ini dapat tercapai,” ujarnya.

Peluncuran program dan pengukuhan Duta Assamaturu Bebas TBC dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, tenaga kesehatan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat eliminasi TBC.

Melalui sinergi yang terus diperkuat, gerakan Assamaturu Bebas TBC diharapkan mampu mendorong terwujudnya Kabupaten Takalar yang lebih sehat, maju, dan bebas Tuberkulosis pada tahun 2030. (*)