‎NasDem Takalar Kecam Pemberitaan Media Tempo, Sebut Framing Sesat dan Menyesatkan

‎Jumpa pers di Rumah Aspirasi, kader dan fraksi DPRD kompak desak klarifikasi

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Takalar menggelar jumpa pers untuk menyampaikan sikap resmi atas pemberitaan media Tempo yang dinilai tendensius dan menyesatkan.

‎Kegiatan itu berlangsung di Rumah Aspirasi Ketua DPD NasDem Takalar, H. Achmad Daeng Se’re, di Jalan Bombom Indah, Kelurahan Kalabbirang, Kabupaten Takalar, Rabu (15/04/2026).

‎Sejumlah pengurus dan kader hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Sekretaris DPD Abdul Hakim yang mewakili ketua, Wakil Ketua H. Syarif Daeng Tinri, Ketua Fraksi NasDem DPRD Takalar Nur Alim Rukman Daeng Nompo, anggota DPRD Ahmad Sahban, serta jajaran pengurus DPC se-Kabupaten Takalar.

‎Dalam pernyataan sikapnya, DPD NasDem Takalar menegaskan penolakan terhadap framing media yang dianggap tidak objektif. Mereka menilai pemberitaan yang beredar telah bergeser dari kritik menjadi penghakiman sepihak tanpa basis fakta yang utuh.

‎“Demokrasi tidak boleh dibajak oleh narasi yang menyesatkan. Kebebasan pers tidak boleh dijadikan tameng untuk membangun persepsi yang keliru,” demikian pernyataan yang dibacakan dalam forum tersebut.

‎NasDem Takalar juga mengecam narasi yang dinilai merendahkan institusi partai politik, termasuk penyamaan partai dengan entitas korporasi. Menurut mereka, hal itu merupakan bentuk pengerdilan terhadap fungsi partai sebagai representasi kedaulatan rakyat.

‎Selain itu, mereka mengingatkan bahwa kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab. Kritik, kata mereka, semestinya berbasis fakta, bukan spekulasi yang dikemas secara dramatis.

DPD NasDem Takalar juga mendesak adanya klarifikasi terbuka kepada publik serta evaluasi terhadap produk jurnalistik yang dinilai melampaui batas etika. Prinsip keberimbangan atau cover both sides disebut sebagai hal yang harus dijunjung dalam setiap pemberitaan.

Anggota DPRD Takalar dari Fraksi NasDem, Ahmad Sahban, turut menegaskan sikap partainya. Ia menyoroti pemberitaan Majalah Tempo edisi 13–16 April yang dinilai menyudutkan Partai NasDem, baik melalui sampul, isi, maupun tayangan turunannya.

‎Menurut Ahmad, kritik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun harus tetap menghormati prinsip-prinsip dasar jurnalistik.

‎“Boleh mengkritik, tetapi harus tetap menghargai asas-asas dalam penyampaian kritik. Framing yang menggambarkan partai seolah-olah sebagai entitas komersial tidak dapat kami benarkan,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, NasDem secara tegas mengecam penyajian narasi yang dianggap menyesatkan tersebut dan mendorong adanya pelurusan informasi kepada publik.

‎Sebagai langkah lanjutan, DPD NasDem Takalar menyatakan akan melakukan konsolidasi gerakan politik dan moral kader sebagai bentuk respons terhadap isu yang berkembang.

‎“Kami tidak anti kritik, tetapi menolak keras manipulasi persepsi yang merusak kepercayaan publik,” tegas mereka.

‎Di akhir pernyataannya, NasDem Takalar mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menyikapi informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh framing yang sensasional.

‎Menurut mereka, demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud jika publik bersikap rasional dan tidak mudah digiring oleh opini yang tidak berbasis fakta. (*)