Panen Sawi Lapas Takalar, Warga Binaan Ditempa Mandiri Sekaligus Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Pangeran Athar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar kembali memanen sawi hasil budidaya warga binaan dalam program pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembekalan keterampilan sekaligus dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Rabu (15/07/2026).

Program pertanian yang dijalankan secara berkelanjutan itu memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mempelajari teknik budidaya tanaman, menanamkan disiplin, tanggung jawab, serta etos kerja. Keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Andi Gunawan, mengatakan sektor pertanian merupakan salah satu program pembinaan yang memiliki nilai strategis karena mampu meningkatkan kemampuan warga binaan sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun semangat kerja, disiplin, dan tanggung jawab warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Andi Gunawan.

Hasil panen sawi dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan Lapas. Selain itu, panen tersebut menjadi indikator keberhasilan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus menunjukkan bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya yang bernilai melalui proses pembinaan yang terarah.

Lapas Kelas IIB Takalar menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program pembinaan pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Program ini juga diharapkan mampu mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih produktif, humanis, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)