Perpustakaan Keliling Masuk Lapas Takalar, Warga Binaan Berburu Buku dan Tingkatkan Literasi

Pangeran Athar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Suasana berbeda terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar, Selasa, (9/06/2026). Kehadiran mobil perpustakaan keliling dari Dinas Perpustakaan Kabupaten Takalar disambut antusias oleh para warga binaan yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memilih dan membaca berbagai koleksi buku.

Program ini menjadi bagian dari upaya pembudayaan literasi di lingkungan pemasyarakatan sekaligus memperluas akses warga binaan terhadap bahan bacaan yang lebih beragam.

Petugas pengelola perpustakaan Lapas Takalar, Rizal, mengatakan layanan perpustakaan keliling sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan bacaan warga binaan. Menurut dia, koleksi buku yang tersedia di perpustakaan lapas masih terbatas, baik dari segi jumlah maupun variasi judul.

“Meski hanya hadir sekali dalam sepekan, kami sangat terbantu karena warga binaan bisa mengakses bahan bacaan baru yang sebelumnya belum tersedia di perpustakaan lapas,” ujar Rizal.

Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Minat Baca Dinas Perpustakaan Takalar, ST Nurlisah, menjelaskan kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan budaya membaca di kalangan warga binaan. Ia berharap layanan perpustakaan keliling dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperluas wawasan dan pengetahuan mereka selama menjalani masa pembinaan.

“Kami ingin memudahkan warga binaan memperoleh akses terhadap berbagai jenis bacaan sehingga minat baca mereka terus tumbuh,” kata Nurlisah.

Antusiasme juga datang dari warga binaan. Darman, salah seorang penghuni lapas, mengaku senang dengan hadirnya perpustakaan keliling karena memberikan pilihan bacaan yang lebih beragam dibandingkan sebelumnya.

“Saya paling suka membaca buku fiksi. Syukur ada perpustakaan keliling yang membawa banyak pilihan buku sehingga kami bisa menemukan bacaan baru,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Andi Gunawan, menegaskan bahwa penyediaan akses literasi merupakan bagian dari pemenuhan hak warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Karena itu, pihaknya terus memperkuat kerja sama dengan Dinas Perpustakaan Takalar guna menghadirkan bahan bacaan yang lebih variatif.

“Kami berkomitmen menyediakan berbagai kegiatan positif bagi warga binaan, termasuk meningkatkan akses terhadap bahan bacaan. Membaca tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga dapat membangun empati, kepedulian, dan pola pikir yang lebih baik,” kata Andi.

Menurutnya, kegiatan literasi menjadi salah satu sarana pembinaan yang penting untuk membantu warga binaan mengembangkan diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. (*)