GOWA, INDIWARTA.COM – Tepat satu tahun sejak meninggalnya Sanupo, kasus yang menyelimuti kematiannya masih belum menemukan titik terang. Belum adanya kepastian hukum mengenai pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut memicu kekecewaan keluarga korban dan sorotan dari berbagai kalangan, termasuk kelompok mahasiswa hukum.
Independent Law Student menyatakan dukungan penuh kepada Tim Advokasi LKBHMI CAGORA dalam mengawal proses hukum kasus tersebut hingga tuntas. Organisasi itu menilai lambannya penanganan perkara selama setahun terakhir berpotensi menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas penegakan hukum.
Ketua Independent Law Student, Abdul Salam, mengatakan keluarga korban telah menunggu terlalu lama untuk memperoleh kejelasan atas kasus yang menimpa Sanupo. Menurut dia, aparat penegak hukum perlu menunjukkan langkah konkret agar proses pengungkapan perkara tidak terus berlarut-larut.
“Setahun adalah waktu yang sangat panjang bagi keluarga korban untuk menunggu keadilan. Hingga saat ini belum ada kepastian hukum yang jelas mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kematian Almarhum Sanupo. Kondisi ini tidak boleh terus dibiarkan,” kata Salam dalam keterangannya.
Ia menilai lambannya perkembangan kasus dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum. Karena itu, pihaknya mendesak Kapolres Gowa untuk memberikan perhatian serius dan memastikan penyelidikan berjalan secara profesional serta transparan.
“Kami meminta Kapolres Gowa segera mengambil langkah konkret untuk mengungkap kasus ini. Jangan biarkan keluarga korban terus menunggu tanpa kepastian. Penegak hukum harus menunjukkan keseriusan dalam menuntaskan perkara tersebut,” ujarnya.
Selain mendesak percepatan pengusutan, Independent Law Student juga menyatakan dukungan terhadap langkah-langkah hukum yang ditempuh LKBHMI CAGORA dalam mengawal kasus kematian Sanupo.
Menurut Salam, kolaborasi berbagai elemen masyarakat sipil diperlukan untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai prinsip keadilan. Ia menegaskan pihaknya siap terlibat dalam berbagai upaya advokasi yang bertujuan mendorong pengungkapan kasus secara tuntas.
“Kami berdiri bersama LKBHMI CAGORA untuk mengawal kasus ini hingga selesai. Jika diperlukan gerakan yang lebih besar sebagai bentuk dukungan moral kepada aparat penegak hukum, kami siap memberikan dukungan demi terwujudnya keadilan bagi Almarhum Sanupo dan keluarganya,” katanya.
Independent Law Student menilai kepastian hukum merupakan hak yang harus diperoleh keluarga korban. Karena itu, mereka berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus hingga ada kejelasan mengenai proses hukum dan pihak yang bertanggung jawab.
“Keberadaan hukum adalah untuk menghadirkan keadilan. Keluarga korban berhak mendapatkan kepastian hukum, dan kami akan terus mengawal perkembangan kasus ini sampai benar-benar terungkap serta diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Salam. (*)












