Seumur Jagung, Pemerintahan Daeng Manye terus diterpa Issu Miring: LSM PERAK Siap Laporkan, Begini Respons Bupati

editor

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Pemerintahan Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinan Bupati H. Mohammad Firdaus Daeng Manye dan Wakil Bupati Hengky Yasin belum genap setahun berjalan, namun telah menjadi pusat sorotan publik dan perbincangan hangat masyarakat.

Beragam isu miring menghantam pemerintahan yang baru “seumur jagung” ini, mulai dari dugaan korupsi hingga polemik pengelolaan anggaran. Sejumlah kasus bahkan menjadi bahan perbincangan di berbagai grup WhatsApp masyarakat Takalar.

Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan korupsi dalam pengadaan buku untuk SD dan SMP di Takalar yang menggunakan anggaran miliaran rupiah dari Dana BOS APBN 2025. Kasus tersebut saat ini sedang ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri Takalar.

Tak hanya itu, pengadaan foto Bupati dan papan bicara yang disinyalir dikendalikan oleh oknum dari internal pemerintahan juga turut menuai kritik. Isu keberadaan sosok berinisial “R” yang disebut sebagai pengendali proyek pun sempat membuat anggota DPRD Takalar geram.

Belum selesai dengan persoalan tersebut, polemik pembayaran gaji perangkat desa yang belum cair hingga akhir Juli serta kebijakan pelatihan OPD dan kepala desa yang diarahkan ke hotel bintang empat di Makassar kembali memantik reaksi publik.

Namun di tengah berbagai kritik, Pemerintah Kabupaten Takalar tetap fokus melaksanakan sejumlah program prioritas. Bupati Firdaus Daeng Manye lebih memilih mempercepat digitalisasi layanan publik, pemangkasan anggaran alat tulis kantor (ATK), serta rencana pembangunan gedung baru kantor Bupati sebagai bentuk pembenahan tata kelola pemerintahan.

Situasi ini pun menarik perhatian dari kalangan masyarakat sipil. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PERAK Indonesia menyatakan sikapnya melalui Koordinator Divisi Pengaduan Masyarakat dan Kebijakan Publik, Andi Sofyan, SH.

“Pemerintahan ini masih baru, tetapi terlalu banyak kegaduhan dan ketimpangan. Kami melihat ada indikasi kebijakan yang tidak sehat dan butuh pengawasan ketat,” ujar Andi Sofyan, Rabu (6/8/2025).

Ia menegaskan bahwa LSM PERAK sedang melakukan investigasi mendalam terhadap seluruh isu yang berkembang dan siap membawa ke jalur hukum jika ditemukan pelanggaran yang merugikan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Takalar, H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, meminta semua pihak untuk tetap mendukung upaya pembangunan dan kemajuan Takalar.

“Demi kemajuan Takalar, mari kita berikan semangat dan optimisme bersama,” tulisnya dalam pesan via ponsel.

Daeng Manye juga menegaskan bahwa Pemkab Takalar saat ini sedang bekerja keras menyelesaikan berbagai persoalan mendasar, mulai dari utang PEN, persoalan infrastruktur, penyelesaian masalah di Perseroda, peningkatan kedisiplinan ASN, layanan publik, hingga kualitas pendidikan dan kesehatan.

“Semua butuh konsistensi agar Takalar dipercaya dan terbuka untuk investasi. Karena itu saya lebih fokus pada penyelesaian persoalan-persoalan penting daripada merespons hal-hal yang tidak produktif,” pungkasnya. (*)