Siswa Kelas 1 SD di Takalar Raih Juara Nasional Robotik dan Masuk Empat Besar Dunia

Pangeran Athar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Kabupaten Takalar. Muhammad Alfarizqi Faried, siswa kelas 1 SDN 5 Ballo, berhasil meraih Juara 1 tingkat nasional dan Juara 4 tingkat internasional dalam ajang robotik “Cordeavour 7.0 International”.

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh STEMPedia dan berlangsung di Universitas BINUS dengan diikuti peserta dari berbagai negara. Dalam ajang itu, Alfarizqi dipercaya mewakili Sulawesi Selatan untuk bersaing dengan peserta terbaik dari tingkat nasional maupun internasional.

Di usianya yang baru 7 tahun, Alfarizqi menunjukkan kemampuan di bidang robotika dan teknologi yang dinilai mampu bersaing di level dunia. Capaian itu sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, hingga Indonesia di kancah internasional.

Pihak keluarga mengaku bangga atas prestasi yang diraih Alfarizqi. Namun, mereka menyayangkan capaian tersebut belum banyak mendapat perhatian maupun publikasi dari pihak terkait.

“Itu anak mewakili Sulsel dan menjadi juara 1 tingkat nasional dan juara 4 tingkat internasional lomba robot,” ujar pihak keluarga kepada awak media melalui pesan WhatsApp, Rabu, (29/05/2026).

Menurut keluarga, juara pertama tingkat internasional pada kompetisi tersebut diraih peserta asal India.

“Juara 1 internasional direbut perwakilan dari India. Katanya infonya sudah ada sama kepala sekolahnya, tapi entah sudah dilapor ke Diknas atau belum,” katanya.

Kepala SDN 5 Ballo, Hasriani, mengatakan prestasi Alfarizqi menjadi bukti bahwa anak-anak daerah memiliki potensi besar untuk bersaing dalam bidang sains, teknologi, dan robotika sejak usia dini.

Menurut dia, keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus belajar, berinovasi, dan berani tampil di ajang internasional.

Prestasi Alfarizqi juga dinilai menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pendidikan Takalar karena mampu menunjukkan bahwa pelajar daerah memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat global. (*)