Teman Sedih Juga Ikut Sedih, IAS GubernurKu Melayat Tiga Rumah Duka di Toraja – Torut

Indiwarta.com_ TORAJA UTARA, Silaturahmi kandidat bakal calon gubernur Sulsel 2024, Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS) di Toraja Utara, diwarnai melayat ke tiga rumah duka dalam sehari.

Tokoh masyarakat Sesean, Martinus Tangkeallo menyebut kebiasaan wali kota Makassar 2004-2014 itu, melayat saat temannya berduka memang sudah bukan hal luar biasa.

   

“Karena itulah karakter asli Pak Ilham. Saat teman sedih, dia juga ikut sedih. Jadi, tidak heran jika beliau harus jauh-jauh datang untuk menunjukkan bela sungkawanya. Itu bukan rahasia lagi,” terang tokoh yang akrab disapa Papa Cindy itu di Pangli, Sesean, Toraja Utara, Selasa (27/6/2023).

Hal lain yang membuat level kepedulian IAS yang begitu tinggi pada masyarakat Toraja menjadi lumrah, karena dia memang memiliki darah keturunan Toraja.

“Makanya, IAS bukan sosok asing bagi warga Toraja. Keturunan Torajanya jelas, bahkan setahu saya, beliau punya tongkonan keluarga di Batu Allu,” sambung Papa Cindy.

Tokoh kharismatik Ketekesu, Layuk Sarungallo pernah mengaminkan status kekerabatan kandidat cagub dengan tagline GubernurKu itu, sebagai orang Toraja. Bahkan, memiliki garis keturunan Toraja yang sangat kental.

“Jadi, Pak Ilham ini memang dikenal luas sebagai orang Bone-Enrekang, tapi perlu saya jelaskan bahwa statusnya sebagai orang Toraja juga sangat kental,” ujar Layuk di kediamannya, di Kawasan Wisata Ketekesu, Kecamatan Kesu, Toraja Utara, Senin (19/12/2022) lalu.

Seperti diketahui, leluhur IAS, Puang Rondo-rondo alias Puang Sondong salah satu mantan ketua adat masyarakat Toraja saat belum terpecah. Garis keturunan itu mengalir ke ibu IAS, St Djohra.

Ketua Adat Sangalla Selatan, Fajar, yang masih sepupu dua kali IAS mengaku, mereka ini sudah keturunan ketiga dari Puang Rondorondo di Batu Allu.

Senin, 26 Juni, IAS menghabiskan waktu melayat tiga rumah duka sekaligus. IAS ditemani keluarga besar mantan anggota DPRD Sulsel, Surya Boby.

Titik pertama, IAS melayat ke rumah duka Nenek Senti, orang tua dari Buyang Tangke Arung, di Pangli, Kecamatan Sesean.

Lalu melayat ke upacara pemakaman Elvy Pamalingan Sarungallo, anak dari Layuk Sarongallo di Ketekesu. Almarhum adalah birokrat sekaligus tokoh pemuda Toraja Utara. Dia terserang strok karena kecapaian.

Yang terakhir, IAS melayat di rumah duka Yohannis Sibali, orang tua dari Dominggus Pamasi. (*/Arman)

  
error: waiit