BURU MALUKU, INDIWARTA.COM – Jalan nasional di Desa Waimitin Kecamatan Lilialy Kabupaten Buru terancam abrasi air laut. Rabu 8/1/2025
Abrasi atau Pengikisan tanah di daerah pesisir pantai yang disebabkan oleh gelombang laut membuat jarak bibir pantai ke badan jalan nasional makin mendekat berkisar 5 meter.
Abrasi yang semakin parah di sepanjang pantai tersebut perlu mendapatkan penanganan serius dari pemerintah setempat sehingga pengikisan tanah ini tidak berdampak pada jalan nasional.
Moch Hamdany PJ Kepala Desa Waimitin mengakui kalau abrasi yang terjadi didesa tersebut hampir mengenai badan jalan. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Buru dan Pemerintah Provinsi dapat menangani ancaman abrasi sehingga tidak berdampak pada arus lalu lintas dan perumahan warga setempat.
Kondisi abrasi diwilayah ini tentunya kian parah, sehingga jika tidak segera ditindaklanjuti tentu akan banyak dampaknya. Baik lahan maupun pemukiman warga, bahkan saat ini yang menjadi kekhawatiran masyarakat maupun pengguna jalan yakni abrasi tersebut mengancam badan jalan yang merupakan ruas jalan nasional di wilayah tersebut.
Selain desa waimitin abrasi juga mengancam salah satu rumah warga di desa Ubung kecamatan lilialy. Terlihat fondasi rumah warga mulai rusak terkikis air laut bahkan pepohonan di pinggir pantai itu mulai terangkat akar-akarnya.
Untuk itu pemerintah daerah dan pemerintah provinsi Maluku diharapkan dapat meninjau kondisi abrasi yang mengancam disepanjang jalan yang ada di kecamatan lilialy kabupaten Buru. (Feri)












