TAKALAR, INDIWARTA.COM – Polemik terkait bengkalai proyek pembangunan kios UMKM di Galesong Utara (Galut) terus menjadi sorotan publik. Proyek yang dibangun pada tahun 2022 dengan anggaran miliaran rupiah dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini diduga kuat terindikasi korupsi.
Sejumlah nama pejabat mulai mencuat dan saling melempar tanggung jawab, di antaranya mantan Kabid Cipta Karya Zumirrah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Abd. Wahab, mantan Kabag ULP Muh. Irfan, mantan Kadis PUPR Mukhsin Tiro, dan mantan Bupati Takalar Syamsari Kitta.
Proyek yang seharusnya membantu pertumbuhan ekonomi lokal justru terbengkalai tanpa kejelasan. Abd. Wahab selaku PPK, ketika dihubungi, justru mengarahkan tudingan kepada Zumirrah dan Muh. Irfan yang diduga berperan dalam proses pengadaan barang dan jasa.
Sementara itu, Mukhsin Tiro yang kala itu menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR membantah keterlibatannya dalam dugaan penyimpangan. Ia menegaskan tidak pernah menerima aliran dana dari proyek tersebut dan menyatakan bahwa proyek ini dijalankan atas perintah mantan Bupati Syamsari Kitta.
Polemik semakin memanas ketika masyarakat mulai mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas proyek tersebut. Banyak yang meyakini adanya indikasi kuat KKN (Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme) dalam pelaksanaannya.
“Kami percaya dan menunggu hasil kerja Kejaksaan yang kabarnya sudah mengambil dokumen terkait di Dinas PUPR,” ujar salah satu warga di sekitar Alun-Alun Lapangan Makkatang Daeng Sibali.
Tidak hanya masyarakat, Konsultan Hukum Kombes Tujua (K7) juga turut menyikapi permasalahan ini dengan serius. Mereka mengapresiasi langkah cepat Kejaksaan Negeri Takalar dan menyatakan telah menyiapkan laporan lengkap yang akan diserahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati).
“Kami siap membantu agar kasus ini diusut tuntas. Jangan sampai ada yang lolos dari jerat hukum,” tegas perwakilan K7.
Kasus ini terus bergulir dan menarik perhatian publik. Masyarakat Takalar berharap penegak hukum dapat bekerja secara transparan dan profesional dalam mengungkap kasus ini. Semua mata kini tertuju pada Kejaksaan untuk mengusut tuntas dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah nama penting di Kabupaten Takalar.
(Red/Fathir K7)












