TAKALAR, INDIWARTA.COM – Lompatan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan Kabupaten Takalar hingga menempati peringkat pertama di Sulawesi Selatan disebut bukan hasil kebetulan. Di balik capaian itu, ada perubahan cara kerja yang dipicu oleh kepemimpinan yang aktif dan terlibat langsung.
Kepala UPT SMP Negeri 2 Takalar, Rusdianto, menyebut arahan Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menjadi faktor penentu dalam mendorong percepatan perbaikan mutu pendidikan.
“Sejak awal kami merasakan perubahan. Bupati tidak hanya memberi instruksi, tapi turun langsung ke sekolah melihat kondisi nyata. Itu yang membuat kami termotivasi untuk berbenah,” kata Rusdianto.
Menurut dia, salah satu momentum penting terjadi saat evaluasi rapor pendidikan dilakukan langsung oleh bupati. Dalam forum tersebut, kepala sekolah didorong memahami secara utuh capaian masing-masing sekolah, bukan sekadar menyerahkan urusan teknis kepada operator.
Dari evaluasi itu, muncul kesadaran kolektif bahwa tanggung jawab peningkatan mutu tidak bisa dilimpahkan. Sekolah kemudian melakukan pembenahan melalui pendekatan IRB Identifikasi, Refleksi, dan Benahi yang dituangkan dalam Perencanaan Berbasis Data (PBD).
“Setiap kekurangan kami identifikasi, kami refleksikan, lalu kami benahi dengan program yang tepat. Dari situ perubahan mulai terlihat,” ujarnya.
Pembenahan difokuskan pada peningkatan literasi dan numerasi siswa, penguatan kompetensi guru, serta perbaikan kualitas proses pembelajaran. Lingkungan sekolah juga didorong menjadi lebih aman dan kondusif.
Selain itu, kesiapan menghadapi Asesmen Nasional menjadi perhatian serius. Sekolah memastikan dukungan perangkat dan akses internet tersedia sebagai bagian dari penguatan sistem.
Dalam aspek penganggaran, penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diarahkan lebih tepat sasaran dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Rusdianto menegaskan, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif yang didorong oleh arahan yang konsisten.
“Dulu kita di posisi dua terbawah. Dengan arahan yang jelas dan kerja bersama, sekarang bisa menjadi yang terbaik di Sulawesi Selatan,” katanya.
Kini, Takalar menempati peringkat pertama capaian SPM pendidikan dengan predikat Tuntas Madya. Capaian itu menjadi penanda bahwa perubahan signifikan dapat dicapai melalui kepemimpinan yang kuat dan keterlibatan semua pihak.
“Ini bukan akhir, tapi awal untuk terus bergerak lebih baik,” kata Rusdianto.
(Red)












