Diksar PMR Mula SDN 166 Bontorita Cetak Relawan Cilik Berkarakter, PMI Takalar Apresiasi Pembinaan Sejak Dini

editor

TAKALAR, INDIWART.COM – Semangat kemanusiaan mulai ditanamkan sejak bangku sekolah dasar. UPT SDN 166 Inpres Bontorita, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, menggelar Pendidikan Dasar (Diksar) Palang Merah Remaja (PMR) Mula selama dua hari, 20–21 Juni 2026, sebagai upaya membentuk generasi muda yang cerdas, tanggap, dan peduli terhadap sesama.

Kegiatan yang mengusung tema “PMR Cerdas, Tanggap, Peduli” itu diikuti 32 siswa. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar kepalangmerahan, pertolongan pertama, mitigasi bencana, hingga pendidikan karakter yang menekankan nilai empati dan kepedulian sosial.

Pelaksanaan Diksar melibatkan fasilitator, relawan, dan Korps Sukarelawan (KSR) dari PMI Kabupaten Takalar. Hadir pula Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Takalar, Kompol Alauddin Torki, serta Wakil Ketua Bidang Organisasi PMI Kabupaten Takalar, Kaimuddin.

Mewakili Ketua PMI Kabupaten Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, Kompol Alauddin Torki secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang dinilai konsisten menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada peserta didik sejak usia dini.

Menurut Alauddin, pembinaan PMR di tingkat sekolah dasar memiliki peran strategis dalam menyiapkan kader-kader kemanusiaan yang kelak dapat berkontribusi bagi PMI maupun masyarakat luas.

“Pendidikan kepalangmerahan bukan hanya soal keterampilan pertolongan pertama. Yang lebih penting adalah membentuk karakter anak agar memiliki rasa empati, kepedulian, dan semangat membantu sesama,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadilah PMR yang cerdas dalam berpikir, tanggap dalam bertindak ketika menghadapi situasi darurat, serta peduli terhadap lingkungan, keluarga, teman, dan masyarakat,” kata Alauddin.

Sementara itu, Kepala UPT SDN 166 Inpres Bontorita, Imran, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan hidup yang relevan sekaligus memperkuat pendidikan karakter.

Menurutnya, peserta tidak hanya belajar mengenali cedera ringan dan langkah-langkah pertolongan pertama, tetapi juga memahami berbagai potensi bencana serta cara mitigasinya.

“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah bagaimana menumbuhkan empati, kepedulian, tanggung jawab, dan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini. Keterampilan teknis bisa dipelajari, tetapi karakter yang kuat harus dibangun sejak anak-anak,” ujar Imran.

Ia menambahkan, sekolah akan terus mendorong model pembelajaran berbasis pengalaman langsung atau experiential learning karena dinilai efektif dalam mengembangkan kemampuan siswa sekaligus meningkatkan kapasitas guru.

Menurut Imran, kegiatan di luar kelas seperti Diksar PMR tidak hanya menjadi ruang pengembangan minat dan bakat peserta didik, tetapi juga sarana belajar bagi para pendidik untuk mengadopsi metode pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan menyenangkan.

Melalui kegiatan tersebut, SDN 166 Inpres Bontorita berharap lahir generasi relawan cilik yang tidak hanya memiliki pengetahuan dasar kepalangmerahan, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang peduli, berempati, dan siap memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. (*)