Ketua BEM FH-Unibos: Jalan Boulevard Makassar Simbol Gagalnya Pengelolaan Lalu Lintas

Pangeran Athar

MAKASSAR, INDIWARTA.COM – Kemacetan kronis di Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, suara kritis datang dari Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bosowa (Unibos), Ardy Bangsawan.

Ardy menilai bahwa kemacetan yang hampir terjadi setiap hari di kawasan tersebut sudah berlangsung terlalu lama tanpa solusi konkret dari pihak berwenang.

“Jalan Boulevard seolah jadi pemandangan rutin kemacetan. Tapi anehnya, respons dari instansi seperti Satlantas Polrestabes Makassar, Dishub Kota, dan PD Parkir Makassar Raya sangat lambat dan terkesan tidak serius,” ujar Ardy dalam pernyataannya, Rabu (23/4/2025).

Ia menyoroti penyebab utama kemacetan adalah banyaknya kendaraan parkir liar di bahu jalan—khususnya dari pengunjung restoran, kafe, dan pusat perbelanjaan di sepanjang boulevard. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat parah.

“Bahu jalan seharusnya bebas hambatan. Tapi kenyataannya justru jadi lahan parkir liar. Ini memperlihatkan lemahnya pengawasan dan penegakan aturan,” tegas Ardy.

Lebih lanjut, Ardy menilai kurangnya sinergi antara Satlantas, Dishub, dan PD Parkir sebagai biang stagnasi penanganan masalah ini. Menurutnya, Jalan Boulevard kini menjadi simbol nyata dari kegagalan sistem lalu lintas dan pengelolaan parkir di Makassar.

“Kami menuntut evaluasi menyeluruh terhadap tiga instansi ini. Penertiban parkir liar harus segera dilakukan dan sistem lalu lintas perlu ditata ulang dengan pendekatan terpadu dan berkelanjutan,” tandasnya.

Ardy juga menegaskan bahwa mahasiswa, sebagai bagian dari masyarakat sipil, akan terus mengawal isu-isu publik demi terwujudnya tata kota yang nyaman dan tertib.

“Jangan hanya hadir saat viral, lalu lenyap saat isu reda. Masyarakat butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji manis,” pungkasnya.

(*/Red)